Dian Sastro Tolak RUU KUHP, Tak Gentar Disebut Bodoh oleh Menteri

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Sastrowardoyo saat menghadiri peluncuran Samsung Galaxy S10 di San Francisco, California, Amerika Serikat. Instagram/@therealdisastr

    Dian Sastrowardoyo saat menghadiri peluncuran Samsung Galaxy S10 di San Francisco, California, Amerika Serikat. Instagram/@therealdisastr

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Dian Sastro angkat bicara soal Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau RUU KUHP. Menurut dia, setiap orang harus mempelajari dan mengkritisi rancangan aturan tersebut karena akan mengikat setiap warga negara Indonesia.

    "Dari pada kita kecil hati dibilang enggak tahu apa-apa, lebih baik pelajari lagi," tulis Dian dalam unggahannya di Instagram, Selasa, 24 September 2019. Dian tak tersinggung dengan ucapan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, yang menganggap dia tidak membaca RUU KUHP, sehingga terlihat bodoh.

    Dian Sastro justru mengajak masyarakat untuk membaca ulang undang-undang tersebut. Menurut Dian, lebih baik merasa bodoh supaya terus belajar, ketimbang menjadi seseorang yang merasa paling tahu dan tidak mau membaca ulang. "Kamu bisa memanggilku apa saja, tetapi bukan berarti kami harus diam," kata Dian.

    Dian memaparkan beberapa pasal yang dianggap tidak sesuai dan harus dihapus dari RUU KUHP. Dalam lampiran yang dia unggah di media sosialnya, Dian menyoroti pasal penguguran kandungan dan perkosaan. Pasal-pasal itu berpotensi mengancam korban perkosaan. "Saya dan teman-teman membaca, dan ya kami membaca dan membaca lagi," ucap Dian Sastro.

    Dian Sastro menjawab komentar seorang menteri yang menyatakan dia tidak membaca RUU KUHP sehingga terlihat bodoh. Instagram

    Jika ada lampiran lanjutan mengenai pasal tersebut, Dian Sastro meminta pemerintah untuk melakukan sosialisasi akan pasal-pasal tersebut. Dia juga meminta rujukan atau landasan dari aturan tersebut.

    Dian Sastro mendukung unjuk rasa para mahasiswa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin - Selasa, 23 - 24 September 2019. Para mahasiswa menyampaikan sikap atas beberapa rancangan undang-undang bermasalah.

    Selain RUU KUHP, ada revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, RUU Pertanahan, dan desakan untuk segera mensahkan RUU PKS atau Penghapusan Kekerasan Seksual.

    "Untuk adik-adik mahasiswa, stay safe ya. Kalau kalian sudah capek cari shelter untuk istirahat. Tetap terhidrasi dan dan jangan lupa kabari orang rumah," tutur Dian Sastro seraya meningatkan agar para demonstran tetap menjaga kebersihan.

    Banyak kalangan melihat polemik  antara Menteri  Hukum dan Dian sebenarnya menggambarkan  persoalan pembahasan sederet rancangan undang-undang kali ini. Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat terkesan ingin mengesahkan semua RUU dalam waktu mepet.  Tak cukup sosialisasi. Jadi, bukan Sastro  yang salah, tapi pemerintah-DPR yang lalai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.