Waldjinah: Kadang Lupa Lirik Lagu

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Waldjinah berfoto bersama Sujiatmi Notomiharjo (kiri) dan Krisnina Akbar Tandjung usai menyanyi dalam acara Konferensi Kota Batik Nusantara di Gedung Batari Solo, Kamis 30 November 2017. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    Waldjinah berfoto bersama Sujiatmi Notomiharjo (kiri) dan Krisnina Akbar Tandjung usai menyanyi dalam acara Konferensi Kota Batik Nusantara di Gedung Batari Solo, Kamis 30 November 2017. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    TEMPO.CO, Solo - Maestro keroncong asal Solo, Waldjinah tidak bisa meninggalkan aktivitas menyanyi meski di usianya yang semakin tua. "Sekarang kalau menyanyi rasanya sehat lagi," kata Waldjinah saat ditemui dalam acara peluncuran album milik kelompok campursari Ratplus di Hotel Asia Solo, Rabu malam 20 Maret 2019. Dia juga lebih sering bernyanyi dari atas kursi rodanya.

    Pada saat ini, Waldjinah memang sudah tidak lagi menyanyi di atas panggung. Dia hanya menyanyi untuk menyumbang lagu demi memeriahkan acara-acara yang dihadirinya. "Paling hanya nyanyi satu atau dua lagu untuk menghormati yang punya acara," kata wanita berusia 74 tahun itu.

    Seperti dalam acara peluncuran album tersebut, Waldjinah menjadi salah satu tamu undangan. Saat penyanyi di atas panggung menyanyikan lagu 'Walang Kekek', panitia menyerahkan mikrofon kepada Waldjinah yang duduk di antara tamu yang lain.

    Waldjinah dengan senang hati ikut menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkannya itu. Meski dengan suara yang lirih, dia masih mampu memamerkan suaranya yang memiliki cengkok sangat khas itu.

    Hanya saja, di beberapa bagian, dia terlihat sempat lupa lirik lagunya. Beruntung, panitia telah menyiapkan lembaran kertas yang berisi teks lirik lagu tersebut. "Memang sekarang sering lupa lirik," katanya. Selain karena jarang menyanyikan, lagu yang pernah dipopulerkan Waldjinah jumlahnya cukup banyak.

    Salah satu personel Ratplus, Tri Agus Bayuseno merasa tersanjung dengan kehadiran Waldjinah dalam acara peluncuran album tersebut. Meskipun, kelompok itu memiliki genre musik yang sedikit berbeda karena lebih banyak menggarap lagu-lagu campursari.

    "Tapi kami juga terdorong untuk mulai menyiapkan lagu-lagu keroncong," kata dia. Menurutnya, musik keroncong merupakan salah satu warisan budaya yang perlu untuk selalu dilestarikan.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.