Jay Subyakto Didemo Warga Keturunan Wandan Terkait Film Banda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga keturunan asli Banda melakukan unjuk rasa, di halaman Gong Perdamaian Ambon, 31 Juli 2017. Aksi tersebut dilakukan menyusul pernyataan sutradara Film Banda The Dark Forgotten Trail, Jay Subiyakto yang dianggap menyudutkan warga asli Banda dalam promosi filmya. Foto: Rere Khairiyah

    Ratusan warga keturunan asli Banda melakukan unjuk rasa, di halaman Gong Perdamaian Ambon, 31 Juli 2017. Aksi tersebut dilakukan menyusul pernyataan sutradara Film Banda The Dark Forgotten Trail, Jay Subiyakto yang dianggap menyudutkan warga asli Banda dalam promosi filmya. Foto: Rere Khairiyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan orang mendesak DPRD Provinsi Maluku dan Badan Sensor Film untuk menunda penayangan film Banda The Dark Forgotten Trail yang disutradarai Jay Subyakto. Rencananya film itu akan diputar serentak di seluruh Indonesia pada 3 Agustus 2017.

    Para pemrotes itu adalah warga Banda keturunan Wandan. “Kami merasa terpanggil untuk melihat persoalan sejarah dan kebudayaan Banda Ely. Kami akan menuntut dan membawanya ke jalur hukum jika film ini menyudutkan warga Banda Ely, Elat, ” ujar tokoh masyarakat Banda Ely, Yunus Yusran Salamun kepada wartawan di depan Gong Perdamaian, Ambon, Senin 31 Juli 2107.

    Koordinator aksi unjuk rasa, Bahar Kubangun menjelaskan keluarga besar Wandan dan anak cucu Mboyratan meminta pimpinan DPRD  Maluku dan Bada Sensor Film menunda penayangan film tersebut.

    “Karena sangat merugikan, khususnya masyarakat Wandan dan anak cucu Mboyratan pada umumnya,” kata Bahar.

    Demonstran yang merupakan warga Banda Ely, Elat atau keluarga Wandan itu memprotes pernyataan Jay Subyakto pada salah satu media online di Jakarta.

    Jay mengatakan warga keturunan Banda hilang tidak tersisa  akibat pembantaian 14 ribu orang Banda oleh Jan Peterszoon Coen pada tahun 1621.

    Menurut mereka, warga keturunan Banda masih ada dan melarikan diri keluar dari Banda Naira ke Banda Ely, Elat Kepulauan Kei.

    Mereka mendesak Jay Subyakto mengklarifikasi pernyataannya serta meminta maaf secara resmi kepada seluruh warga keturunan Wandan (Banda Ely, Elat ) dan anak cucu Mboyratan yang merupakan keturunan asli Banda.

    RERE KHAIRIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.