Di AFI 2004 Dulu, Tia Didukung oleh Tukang Becak Hingga Gubernur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tia AFI. instagram.com

    Tia AFI. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penampilan Theodora Meliani Setyawati alias Tia AFI, 29 tahun, di acara Dangdut Academy Celebrity 2 (DA Celeb 2) menuai respon ramai dari netizen. Rata-rata mereka menyambut gembira penampilan biduan asli Surakarta itu.

    Penampilan Tia AFI di acara yang digelar di stasiun Indosiar itu seakan mengingatkan mereka pada 2004 silam. Itulah saat Tia AFI memenangi salah satu ajang pencarian bakat –juga—di Indosiar, Akademi fantasi Indoensiar.

    Saat itu acara AFI sangat melekat di benak penonton televise, sehingga nama-nama kontestan pun mereka hapal. Dan tentu saja nama Tia AFI paling diingat karena akhirnya berhasil memenangi lomba ini.

    Saat berlangsungnya grand-final, pada tanggal 19 Juni 2004, hampir semua warga Jawa Tengah dibuat heboh. Sata itu sejumlah spanduk terbentang di depan Balai Kota Semarang dan beberapa lokasi di ibu kota Jawa Tengah ini. Spanduk itu berisi kampanye minta dukungan warga lewat SMS: "Wong Semarang dan Jawa Tengah Dukung Tia", "Semarang Dukung Tia", "Ketik AFI Spasi Tia".

    Heboh itu tidak hanya menghinggapi para remaja. Wali Kota Semarang (saat itu) Sukawi Sutarip dan Gubernur Jawa Tengah (saat itu) Mardiyanto pun ikut memberikan dukungannya. Beberapa hari menjelang grand final, wali kota mengundang kedua orangtua Tia.

    Dari Semarang, tiga bus pendukung Tia berangkat ke Jakarta sehari sebelum grand-final. Rombongan ini terdiri dari para pegawai Pemerintah Kota Semarang, mahasiswa beberapa perguruan tinggi swasta, Persatuan Artis Film, perwakilan tukang becak, sampai perwakilan pengamen.

    Sebanyak tiga bus dari Solo juga berangkat ke Jakarta untuk mendukung Tia. Sukawi Sutarip pun tak mau ketinggalan dan terbang menyusul ke Jakarta untuk mendukung Tia. Beberapa pejabat di Jawa Tengah tak kalah heboh. Gubernur Mardiyanto turun merestui acara nonton bareng AFI di halaman kantor Gubernur.

    Sejak Sabtu siang, spanduk dan panggung sudah disiapkan di kantor yang terletak di Jalan Pahlawan Semarang itu. Dua layar berukuran 2x2,5 meter terpampang di samping panggung band yang disponsori sebuah radio swasta. Malam itu, Gubernur Mardiyanto duduk di karpet biru, berbaur bersama warga Semarang saat nonton bareng Grand Final AFI.

    Semua dukungan itu tak sia-sia, akhirnya Tia AFI sukses menjadi juara. Akankah kini ia mengulanginya di acara Dangdut Academy Celebrity 2? Menarik ditunggu.

    TW | Dian Yuliastuti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.