J-Pop SMAP Tutup Kebersamaan dengan Rilis Album  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup J-pop SMAP dengan anggota Tsuyoshi Kusanagi (kiri), Goro Inagaki, Takuya Kimura, Shingo Katori, dan Masahiro Nakai bersama artis Taiwan Lin Chi-ling. AP

    Grup J-pop SMAP dengan anggota Tsuyoshi Kusanagi (kiri), Goro Inagaki, Takuya Kimura, Shingo Katori, dan Masahiro Nakai bersama artis Taiwan Lin Chi-ling. AP

    TEMPO.COJakarta - SMAP, salah satu grup pop Jepang yang paling populer dan bertahan lama, merilis album hit terbaik, Rabu, 21 Desember 2016, hanya 10 hari sebelum bubar. Album SMAP 25 YEARS berisi 50 lagu terbaik yang dipilih penggemar melalui pemungutan suara secara online selama dua pekan. 

    SMAP telah mengeluarkan lebih dari 400 lagu sejak album perdana mereka keluar tahun 1991. Lagu Stay, yang keluar pada 2006, menempati posisi teratas lagu terbaik versi penggemar.

    Sebanyak 800 ribu kopi album akan dijual pada peluncuran perdana, kata Victor Entertainment Corp, seperti dilansir Kyodo. Sebelumnya, sekelompok penggemar berat SMAP menyampaikan 373.515 tanda tangan dari Jepang dan luar negeri sebagai petisi kepada agensi Johnny & Associates agar para anggota SMAP—Masahiro Nakai, Takuya Kimura, Tsuyoshi Kusanagi, Goro Inagaki, dan Shingo Katori—memikirkan kembali rencana bubar.

    Pada Agustus 2016, agensi bakat itu sudah mengumumkan SMAP akan bubar pada 31 Desember 2016. Menurut media setempat, hal itu antara lain karena ada konflik yang melanda para anggota grup tersebut.

    Penggemar juga meluncurkan kampanye untuk menunjukkan dukungan mereka dengan membeli CD Sekai ni Hitotsu Dake no Hana, salah satu lagu terkenal dari SMAP. Hasilnya, single yang dirilis pada 2003 itu kembali menjadi nomor satu di tangga lagu Jepang.

    Mulai tahun depan, semua anggota SMAP akan tetap berada di bawah naungan agensi dan fokus pada karier solo masing-masing.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.