Warna Baru Sinema Televisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Udara apartemen itu pekat dengan kepulan asap rokok. Namun, semua manusia di ruangan itu tak peduli. Rupanya kenikmatan sabu-sabu mulai merasuki.Tiba-tiba pintu terbuka dengan paksa. Polisi bergerak masuk dan menggerebek semua peserta pesta sabu-sabu, termasuk Arifin Surya, aktor ganteng pemilik apartemen. Bersamaan dengan datangnya polisi, kilatan blitz dari kamera Bramantyo, wartawan andal Harian Kini, turut mewarnai penangkapan tersebut.Pagi harinya, berita dan foto penangkapan Arifin menjadi headline Harian Kini, pesaing majalah Target. Headline ini membuat Bondan Pratomo, Pemimpin Redaksi Majalah Target, murka. Sembari membanting koran pesaing ke atas meja, Bondan menyemprot bawahannya, Bayu Bagaskara. Pada hari yang sama, Raya Maryadi mengawali kariernya di majalah Target. Jebolan ilmu politik New York University ini "dititipkan" ayahnya, mantan wartawan, kepada Bondan untuk dididik menjadi wartawan betulan.Cuplikan ini mewarnai episode perdana sinetron Dunia tanpa Koma. Berita tentang serial yang akan mulai diputar pada 9 September 2006 pukul 21.00 WIB di stasiun televisi RCTI ini telah muncul di beragam media jauh sebelum program tersebut ditayangkan. Maklum, sinetron ini mencatat sejarah penampilan pertama Dian Sastrowardoyo di layar kaca. Selain itu, konon kabarnya sinetron ini memiliki biaya operasional sangat besar. Pasalnya, selain Dian, sinetron produksi SinemArt ini mengusung puluhan bintang papan atas, seperti Tora Sudiro, Fauzi Baadilah, dan aktor kawakan Slamet Rahardjo. Kesan gelap begitu kental mewarnai visualisasi skenario garapan Leila S. Chudori ini. Seperti diungkapkan Leila, kesan gelap menjadi sebuah keharusan dalam sinetron besutan sutradara Maruli Ara itu. "Saya bilang sama Bang Maruli bahwa bayangan saya sinetron ini harus gelap karena ini adalah dunia kriminal. Episode satu sampai tujuh tentang narkoba, delapan sampai sepuluh pemerkosaan, dan sebelas sampai 14 tentang pembunuhan. Mereka hidup dalam dunia tanpa koma kriminalitas. Tentu saja saya nggak ngebayangin kalau warnanya ceria atau nyalanya terang," kata Leila kepada Tempo, Kamis lalu.Dunia kriminalitas dan wartawan sebagai sebuah tema tayangan televisi tentunya menarik diamati. Pasalnya, saat ini hampir semua sinetron yang ditayangkan di layar kaca memiliki tema seragam. "Dari sisi dunia hiburan televisi saya mencoba mencari alternatif, mencari yang lain. Saya kepingin dari skenario hingga penggarapannya dibuat secara realistik," Leila menambahkan.Awalnya, pihak SinemArt ingin menayangkan cerita-cerita remaja yang pernah ditulis Leila pada 1970-an. "Tapi saya minta yang baru saja karena cerita remaja saya kan sudah zaman purba. Udah beda ama zaman remaja sekarang. Tapi syaratnya memang cerita yang saya buat untuk usia 21 tahun ke atas," ungkap Leila. Apalagi, menurut Leila, segmen usia 21 tahun ke atas yang hobi menonton DVD atau layar lebar terkesan tak terlayani di layar kaca Tanah Air.Besarnya anggaran untuk proyek ini pun diakui Leila sebenarnya tidak direncanakan sejak awal. Menurut dia, saat Dian bersedia bermain dalam sinetron itu, Leo Sutanto, Direktur SinemArt, begitu antusias. Agar kehadiran Dian tak mubazir, Leo pun merekrut puluhan bintang papan atas. "Takut kalau bukan bintang papan atas, pada nggak bisa ngimbangin Dian," tutur Leila mengutip Leo.Melihat keseriusan SinemArt dalam menggarap sinetron ini, tak urung membuat banyak pihak menganggap proyek ini sebagai proyek "gila". Namun, Leo bergeming dengan terobosan barunya ini. Sebab, harapannya saat ini adalah melahirkan karya televisi berdasarkan season (musim) seperti yang lazim dilakukan stasiun televisi luar negeri. Apakah sinetron ini akan mencatat sejarah di layar kaca, Leila mempersilakan penonton menilai.SITA PLANASARI A

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.