Kata Boneng Tak Perlu Ada Warkop DKI Reborn, Mengapa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Didin Boneng. kapanlagi.com

    Didin Boneng. kapanlagi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih ingat Diding Boneng? Dia muncul sebagai pemain pendukung di sejumlah film Warkop DKI zaman dulu. Pria bergigi mancung ini kerap tampil di film Warkop sebagai hansip kocak dan penderita gangguan jiwa.  

    Di tengah gempita film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, Boneng muncul lagi. Kali ini, dia bukan bakal menjadi pemain di film selanjutnya. Namun, Boneng justru mempersoalkan mengapa film Warkop DKI harus muncul lagi.

    Indro serius menanggapi kritik Boneng. Menurut Indro, boleh saja Boneng tidak setuju dengan Warkop DKI Reborn. “Tapi dia, kan tidak dapat (pesan dari almarhum) apa-apa. Kalau tidak terima (ada film Warkop DKI Reborn), tidak masalah,” kata Indro di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 September 2016.

    BacaFilm Warkop DKI Reborn Catat 2 Rekor MURI
    Dikritik Boneng, Produser: Kita Tidak Bisa Menyenangakan Semua Orang

    Dia lantas menjelaskan, yang menerima pesan dari almarhum adalah anak-anak mereka. Apalagi, Indro masih hidup dan dialah yang memegang Hak Atas Kekayaan Intelektual film Warkop DKI. "Jadi boleh dia enggak terima itu. Terima kasih dan itu akan saya pikirkan. Kita liat nanti bagaimana, apakah ketidakterimaannya Boneng kami adopsi," ujar Indro.

    Boneng, menurut akun @lambe_nyinyir, tak setuju film Warkop DKI Reborn. Dijelaskan di situ, ada perjanjian yang menyebut film Warkop DKI tak boleh dibuat lagi setelah ada personel yang wafat. Trio DKI memang tinggal Indro yang masih hidup, sedangkan Kasino dan Dono sudah wafat.

    BacaPembajak Warkop DKI Reborn Tertangkap Berkat Netizen

    Akun @lambe_nyinyir mengunggah screenshot seorang pengguna Instagram yang memuat komentar Boneng. "Edisi ngebahas Film Warkop DKI Kate Pak Boss (DidingBoneng) Seharusnya Ga ada Film Warkop DKI lg sesudah Alm Dono dan Kasino Titik ga pake Koma itu udah perjanjian Warkop DKI Ga ada yg Bisa gantiin perannya Alm Dono dan kasino apa lg smp menyamainya," tulis akun Instagram yang tak dimunculkan namanya itu.

    Indro juga menerangkan, dari awal film Warkop DKI Reborn didedikasikan untuk almarhum Dono dan Kasino, juga pendahulu mereka di belakang layar baik yang masih hidup maupun yang udah meninggal. “Walaupun mereka bukan Warkop DKI, tapi Warkop.”

    Simak:
    Wah, Skandal Gatot Merembet ke Putri Reza & Angelina Sondakh
    Jika Marshanda Mau Menemuinya, Egi John Akan Sujud, dan...
    Isu Makin Santer, Ayu Ting Ting Jelaskan tentang Selingkuh

    Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 mencetak sejarah baru di industri film Tanah Air. Sabtu lalu, film yang dibintangi Tora Sudiro, Abimana Aryasatya, dan Vino G. Bastian itu dianugerahi dua penghargaan sekaligus oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), yakni film dengan jumlah penonton terbanyak dalam sehari (556.000) dan film dengan pencapaian jumlah penonton tercepat (untuk 1 juta, 2 juta, dan 3 juta penonton).

    "Kami menghargai kuantitas. Itu angkanya tidak bisa dibantah," ujar Jaya Suprana, Ketua MURI, seusai penyerahan plakat MURI kepada Falcon Pictures di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

    Populer
    Kisah Anak Mario Teguh Tak Kuat Dihujat & Stres, Akhirnya...
    Cerita Deddy Corbuzier Menantang Balik Serangan Mario Teguh
    Kiswinar Pernah Temui Mario Teguh & Istri Barunya, tapi...
    Raffi-Ayu Kian Panas: Kepergok, Mini Cooper, & Transferan

    Pada hari kesembilan penayangan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 mengumpulkan 3.735.000 penonton, menggeser Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC 2) dari puncak tangga box office 2016. Bahkan, film arahan Anggy Umbara ini sudah balik modal sekitar Rp 25 miliar.

    Lantas, apakah para pemain bakal kecipratan bonus? "Wah, kalau itu rahasia perusahaan," kata Frederica, produser dari Falcon Pictures, sambil tertawa. 

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.