Ramadan, Vidi Aldiano Puasa 20 Jam?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Vidi Aldiano berpose saat peluncuran single lagu terbarunya Membiasakan Cinta di kawasan Senopati, Jakarta, 1 Desember 2014. Vidi Aldiano bersama Nino RAN, Lale Ilham dan Ilman Maliq and D'essentials mendonasikan keuntungan dari lagu Membiasakan Cinta untuk ODHA. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Vidi Aldiano berpose saat peluncuran single lagu terbarunya Membiasakan Cinta di kawasan Senopati, Jakarta, 1 Desember 2014. Vidi Aldiano bersama Nino RAN, Lale Ilham dan Ilman Maliq and D'essentials mendonasikan keuntungan dari lagu Membiasakan Cinta untuk ODHA. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Vidi Aldianno akan menghabiskan waktunya di Manchester, Inggris selama bulan Ramadan. Di Inggris, waktu puasa jadi lebih panjang ketimbang di Indonesia, yakni mencapai 18-20 jam.

    Meski tantangan yang dihadapi sangat berbeda dibandingkan berpuasa di Indonesia, Vidi mengaku tetap berangkat karena harus mengikuti wisuda di Universitas Manchester. "Tapi aku dua minggu pertama Ramadan aku di sini (Indonesia),' kata Vidi di Jakarta, Jumat 10 Juni 2015.

    Sebelum berangkat ke Manchester, Vidi akan menyelesaikan beberapa pekerjaan. "Kalau sekarang, aku Syuting Stereo, nyanyi juga masih dan mengerjakan beberapa bisnis mulai dari clothing line, restoran dan meneruskan usaha keluarga," katanya.

    Selain syuting dan berbisnis, penyanyi kelahiran Jakarta, 29 Maret 1990 itu juga mengaku akan mengeluarkan single khusus Ramadan sebelum berangkat ke Manchaster. "Aku mau ngeluarin single Ramadan tahun ini, judulnya Akhirnya," katanya.

    Vidi mengatakan single Ramadan tersebut akan ia bawakan berduet bersama Alika. "Aku berharap single Ramadan ini akan suskes walaupun poses promonya cuma dalam waktu dua minggu," tutupnya.

    DINI TEJA



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.