'Di Balik 98', Ini Asal Mula Ide Pembuatannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi aktor Lukman Sardi (kiri) dan aktris Adinia Wirasti mengikuti Pawai Artis Festival Film Indonesia 2014 di Palembang, Sumsel, 6 Desember 2014. Pawai dalam rangkaian kegiatan FFI 2014 ini diselenggarakan dari depan kantor Gubernur Sumsel Hingga Benteng Kuto Besak. TEMPO/Charisma Adristy

    Ekspresi aktor Lukman Sardi (kiri) dan aktris Adinia Wirasti mengikuti Pawai Artis Festival Film Indonesia 2014 di Palembang, Sumsel, 6 Desember 2014. Pawai dalam rangkaian kegiatan FFI 2014 ini diselenggarakan dari depan kantor Gubernur Sumsel Hingga Benteng Kuto Besak. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara film Di Balik 98, Lukman Sardi, mengatakan ide pembuatan filmnya itu muncul begitu saja. Awalnya, ia mengaku ingin membuat film bergenre drama keluarga dan dengan tema sebatas percintaan. "Saya sempat mengobrol sama tim, yuk, bikin film. Akhirnya, ketemu konteks itu," katanya kepada Tempo, Senin, 5 Januari 2015. (Baca: Kata Lukman Sardi Jika Wiranto Danai 'Di Balik 98')

    Belakangan, tema film itu semakin mengerucut dengan latar belakang peristiwa sosial. Di Balik 98 tetap sebuah drama keluarga bertema percintaan, tapi dibumbui dengan latar belakang peristiwa kerusuhan Mei 1998. Meski konteksnya Mei 1998, Lukman mengklaim enggan menyinggung kalangan tertentu. Ia hanya menyorot satu keluarga yang kehilangan keluarganya saat kerusuhan terjadi. (Baca: Film Lukman Sardi 'Di Balik 98' Segera Tayang)

    Film tersebut lebih banyak menggambarkan banyaknya keluarga yang terpaksa pindah ke luar kota, bahkan ke luar negeri, untuk mengamankan diri. "Saya pikir bagus dengan latar belakang seperti itu, konflik drama yang dimainkan sangat mengena," ujar Lukman soal film yang menjadi debut perdananya sebagai sutradara itu. (Baca: Pro-Kontra 'Di Balik 98', Lukman Sardi Kecewa)

    Lukman menegaskan bahwa karyanya itu bukan pula tontonan sejarah yang mengupas tuntas kerusuhan Mei 1998. Film ini bukan pula pertunjukan yang bermuatan politik. "Bukan ranah saya untuk mengusut tuntas kerusuhan itu. Saya bukan sejarawan atau politikus, saya hanya seniman," tutur anak pemain biola legendaris, Idris Sardi, tersebut.

    Di Balik 98 diperankan oleh sejumlah artis muda yang sedang naik daun, seperti Chelsea Islan dan Boy William, sebagai pemeran utama. Selain mereka, karakter utama dibagi dalam beberapa sudut pandang. Di antaranya adalah Donny Alamsyah dan Fauzi Baadila dari sisi militer. (Baca: Adian: Film 'Di Balik 98' Jangan Mencuci Orde Baru)

    Selain itu, Verdi Solaiman dan Alya Rohali memerankan petugas rumah tangga Istana, dan Teuku Wisnu Wikana yang mewakili rakyat kecil. Ririn Ekawari, Amaroso Katamsi, serta Bima Azriel turut meramaikan jalan cerita dengan peran masing-masing. (Baca: Adian Napitupulu: Wiranto Danai 'Di Balik 98'?)

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca Berita Lainnya:
    Surat Cinta Menteri Jonan untuk Para Pilot
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat

    Kaya Raya, Lima Pesohor Bangkrut dalam Semalam

    Turis Jepang Diperkosa Lima Pemuda India

    'Jauhi Hotel dan Bank Terkait Amerika di Surabaya'


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.