Film Senyap Ditolak, Ini Isi Ceritanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung pemutaran film dokumenter

    Pengunjung pemutaran film dokumenter "Senyap" tampak kecewa setelah acara tersebut dibubarkan di Warung Kelir, Malang, 10 Desember 2014. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Senyap atau Look of Silence karya Joshua Oppenheimer dilarang diputar oleh Komando Distrik Militer 0833/Bhaladika Jaya, Malang, Jawa Timur. Semula, film itu akan diputar pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia, Rabu, 10 Desember 2014. Apa isi atau cerita film yang dinilai kontroversial tersebut? (Alasan Massa Minta Pemutaran Film Senyap Distop)

    Majalah Tempo edisi 31 September 2014 menurunkan tulisan tentang film Senyap berjudul "Subuh Berdarah di Sungai Ular". Mengambil latar Deli Serdang dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara, film ini mengisahkan pembunuhan orang-orang yang dianggap anggota Partai Komunis pada 1965. (Film Senyap, Penolak Sebut Pesantren Dahlan Iskan)

    Inongsyah, 78 tahun, mengungkap kebiasaannya meminum darah dari korban yang digoroknya. Meminum darah anggota PKI adalah keharusan. Bila tidak dilakukan, akan membuatnya terus dihantui. (Pemutaran Film Senyap Dilarang, Apa Kata Kontras?)

    Ia bercerita tentang seorang temannya yang banyak memancung tapi tak mau meminum darah korban, yang akhirnya menjadi gila. Suatu subuh, sang teman memanjat pohon sawit. Di ketinggian, ia berteriak-teriak menyerukan azan. (Di Semarang, Pemutaran Film Senyap Lancar)

    Dengan tenang, dalam film itu, Inongsyah memperagakan bagaimana pada 1965 dirinya menjagal mereka yang dianggap anggota PKI dan membuangnya ke Sungai Ular. Tubuh-tubuh itu hanyut tanpa kepala. (Ini Alasan Rektor Unibraw Larang Pemutaran Senyap)

    Senyap merupakan kelanjutan film dokumenter Oppenheimer sebelumnya, The Act of Killing. Sebagaimana The Act of Killing, film ini juga diproduseri sutradara legendaris dunia asal Jerman, Werner Herzog. (Hari HAM, Film Senyap Diputar di 457 Tempat)

    Komandan Kodim 0833/Bhaladika Jaya Letnan Kolonel Gunawan Wijaya mengaku belum pernah menonton film Senyap dan The Act of Killing. Namun ia mengatakan telah memperoleh informasi mengenai materi film tersebut. "Paham komunis tak boleh hidup di negara ini. Saya tidak membenci garis keturunannya," kata Gunawan. (Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang)

    SINGGIH SOARES | SENO JOKO SUYONO | EKO WIDIANTO

    Terpopuler:
    Hari HAM, Film Senyap Diputar di 457 Tempat
    Mary Ann Mobley, Miss AS 1959 Meninggal
    Pippa Middleton Puji Bokong Indah Kim Kardashian
    Syahrini Foto Mesra dengan Pria Bule, Siapa Dia?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.