Konser Karawitan di Penutupan Festival Musik GKJ  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Konser Karawitan Sariswara Gamelan akan menutup Festival Musik Gedung Kesenian Jakarta yang diselenggarakan pada 3-12 Desember mendatang. Kelompok karawitan yang dipimpin Waluyo Sastro Sukarno ini akan menyuguhkan komposisi gamelan tradisional dan kontemporer di Gedung Kesenian Jakarta pada 12 Desember 2014.

    "Saya pinjam istilah konser. Kami sajikan kreativitas dari pengalaman dan kreasi tembang, gamelan Jawa yang dibingkai teknik sajian, tangga nada, dan suasana," ujar Waluyo dalam konferensi pers pementasan Manggalagita yang diprakarsai BudayaKu dan Gedung Kesenian Jakarta, Kamis,13 November 2014.

    Waluyo bersama kelompoknya akan menyajikan beberapa tembang dan komposisi dengan keragaman tangga nada pentatonik (slendro dan pelog), diatonis, dan nada Arab. Penerima Anugerah Kebudayaan sebagai Pewaris dan Pengembang Seni Tradisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2004 ini menjelaskan beberapa komposisi kontemporer yang akan disajikan.

    Salah satunya tembang yang menonjolkan isi teks. "Dulu teks ini tidak dibicarakan dalam tradisional, tapi sekarang diolah sesuai visi-misi verbal yang dominan," ujar Waluyo. Komposisi kontemporer juga akan muncul dari dinamika musik, tangga nada pentatonis-diatonis, juga tangga nada Arab.

    Waluyo juga akan menyajikan komposisi Bonangan yang diolah sedemikian rupa untuk memanggil penonton. Tak ketinggalan gamelan Pakurmatan, tembang anak-anak, dan gamelan campur.

    DIAN YULIASTUTI

    Berita Lain
    Malaysia Kuasai 3 Desa, Pemda Nunukan Pasrah 
    Kontras Laporkan FPI ke Komnas HAM
    MUI Tak Setuju FPI Dibubarkan, Mengapa?
    Ahok Didukung MUI Asal...


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.