Bondan dan Kikan Peduli Pendidikan Anak di Gaza

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bondan Prakoso. TEMPO/Seto Wardhana

    Bondan Prakoso. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah rakyat Gaza menghadapi serangan zionis Israel yang menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina dengan sekitar 475 di antaranya adalah anak-anak. Konflik tersebut hingga kini belum ada tanda purna.

    Tidak hanya tekanan psikis, anak-anak Gaza yang besar di tengah peperangan juga kesulitan mendapatkan makanan, akses kesehatan, dan pendidikan.

    Selain korban jiwa, hingga minggu ketiga Agustus, sekitar 370.000 anak membutuhkan terapi psikososial. Selain itu, 141 bangunan sekolah yang berada di Jalur Gaza juga terkena serangan udara Israel.

    Keprihatinan atas serangan Israel terhadap Palestina masih menyisakan beragam permasalahan sosial dan kemanusiaan. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Kemerdekaan belajar anak-anak di Gaza, Palestina, telah terenggut. 

    Dengan permasalahan tersebut, Dompet Dhuafa, lembaga kemanusiaan, kembali menggelar program dan penggalangan donasi untuk pendidikan anak-anak Gaza bertema “5chool For Gaza”.

    Program ini merupakan pendampingan informasi dan edukasi terkait konflik peperangan di Gaza yang akan berjalan di sekolah-sekolah di Indonesia. Selain itu, juga dilakukan penggalangan dana masyarakat yang kemudian disalurkan ke Gaza dalam bentuk program pendidikan, yakni pembangunan atau renovasi sekolah. Dengan demikian, nantinya anak-anak di Gaza tetap dapat bersekolah.

    Kali ini lembaga ini menggandeng musikus Tanah Air sebagai duta dan satu musikus mancanegara sebagai duta program, yakni Kikan Namara, Bondan Prakoso, dan Raef, musikus muslim asal Amerika sebagai duta internasional program kemanusiaan untuk anak-anak Palestina tersebut. (Baca: Alasan Bondan Prakoso Pilih Home Schooling)

    “Kali ini Dompet Dhuafa menargetkan akan bersinergi dengan seribu sekolah dan juga menggandeng tiga musikus duta 5chool For Gaza, yaitu Raef, Kikan dan Bondan,” kata Prima Hadi Putra, GM Infaq Dompet Dhuafa Filantropi, di Kuningan City, pada 25 September 2014.

    Bergabungnya Kikan dan Bondan serta musikus muslim Amerika yang berada di bawah label Warner Music, Raef, yang mengusung tema “Song For Hope” diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menyambung mimpi dan pendidikan anak-anak Gaza, Palestina.(Baca : Kikan dan Inspirasi Nasi Bungkus)

    Dalam program ini, Dompet Dhuafa menargetkan penggalangan dana dihelat di 1000 sekolah di Indonesia, baik itu TK/KB, SD, SMP, SMA. Setidaknya dibutuhkan dana 10 miliar untuk membantu anak-anak Gaza kembali bersekolah.

    “Nantinya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk merenovasi sekolah di Gaza dan juga memberikan bantuan peralatan sekolah, alat tulis, buku, seragam, dan tas," kata Putra.

    Raef lahir di Washington DC dan dibesarkan di Maryland, USA. Raef telah membagikan musiknya dengan komunitas berbasis iman di seluruh dunia. Lagu Raef, Home membawa pesan tentang identitas kaum muslim di barat dan perasaan memiliki yang kuat kepada negara yang memegang janji dan harapan di masa depan.

    Dalam kesempatan ini, Raef juga akan meluncurkan albumnya berjudul The Path di Tanah Air dengan bendera Warner Music. Nanti 15% hasil penjualan CD dari album tersebut didonasikan untuk program ini.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Paris Hilton Habiskan Rp 2,7 Miliar untuk Berpesta
    Kemesraan Foto Yuni Shara Bersama Raffi dan Gigi
    Britney Spears Menikmati Masa Lajangnya
    Mau Cantik, Rihanna Habis Rp 500 Juta per Pekan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.