Menpora Nyanyi Bareng Slank, Penonton Sempat Ricuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup band Slank tampil dalam konser akbar 30 tahun

    Grup band Slank tampil dalam konser akbar 30 tahun "Slank Nggak Ada Matinya" di Gelora Bung Karno, Jakarta, (13/12). Konsertersebut menampilkan lagu yang menjadi hits seperti: Lorong Hitam, Kalah, Suit Suit He He, Bang Bang Tut, I Miss U But I hate U. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo tampil satu panggung dengan kelompok musik Slank saat acara pengukuhan Yogyakarta Kota Sumpah Pemuda di Alun-Alun Selatan, Sabtu petang, 1 Maret 2014.

    Kegiatan yang dilangsungkan bertepatan dengan Peringatan Serangan Umum 1 Maret 2014 itu diwarnai aksi menyanyi bersama jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga dipimpin Roy Suryo dengan kelompok Slank.

    Namun ada kejadian tak terduga yang sempat mengganggu jalannya kolaborasi panggung itu.
    Saat Menpora Roy Suryo dan para stafnya tengah bersemangat menyanyikan bersama lagu Ku Tak Bisa bersama personel Slank, penonton barisan depan nyaris ricuh.

    Kericuhan diduga dipicu karena senggolan antarkelompok Slanker, fan Slank, yang datang dari dua daerah berbeda luar Yogya. Padahal sebelumnya, saat sekitar 15 lagu dilantunkan lebih dahulu oleh kelompok asal Gang Potlot itu, kondisi penonton relatif kondusif tanpa keributan.

    Gejala keributan di bawah panggung itu sampai mengusik Kaka, vokalis Slank, yang sedang menyanyi bersama Roy Suryo serta stafnya. Spontan Kaka langsung meninggalkan kolaborasi itu dan mendekati bibir panggung guna melerai dua kelompok yang nyaris ricuh. Sedangkan Menpora dan stafnya masih terus menyanyi dengan iringan Bim-Bim cs.

    "Sudah, sudah, jangan diterusin," ujar Kaka sambil menggerakkan dua tangannya ke bawah, tanda meminta dua kelompok fan yang nyaris ribut itu tenang. Selama kolaborasi tersebut, Kaka tampak mondar-mandir meninggalkan mikrofonnya demi meredam keributan antarkelompok yang tak segera reda itu. (Baca: Slank Bawakan 30 Lagu dan Putar Film di Yogyakarta)

    Pada pengujung lagu Ku Tak Bisa, dua kelompok penonton yang berseteru kembali memanas dan saling caci. Kali ini gitaris Slank, Abdee, ikut merapat ke bibir pojok panggung demi menenangkan penonton.

    Setelah pihak keamanan ikut turun dan melerai, baru dua kelompok itu lebih tenang. "Enggak usah ngaku Slanker kalau enggak bisa jaga damai, itu aktivis namanya," kata Bim-Bim yang baru ikut merapat ke bibir panggung setelah kolaborasi dengan Menpora serta stafnya usai.

    PRIBADI WICAKSONO

    Berita Terpopuler
    Kemeriahan Java Jazz Hari Kedua
    Pentas Perdana Coboy Junior di Floating Castle
    Jamie Cullum Beat Box di Panggung Java Jazz 2014
    Festival Film Pendek Jabodetabeka di Bulungan  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.