Adegan Mesin Jahit di Film Habibie & Ainun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden RI, B.J. Habibie (tengah), bersama pemeran utama dalam film film

    Mantan Presiden RI, B.J. Habibie (tengah), bersama pemeran utama dalam film film "Habibie & Ainun", Bunga Citra Lestari dan Reza Rahadian pada acara penayangan perdana film tersebut di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, 17 Desember 2012. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bacharuddin Jusuf Habibie ikut memberikan banyak kontribusi untuk film Habibie & Ainun. Film yang  diputar sejak Desember 2012 ini menjadi film yang memiliki jumlah penonton tertinggi dalam sepekan mencapai lebih dari sejuta penonton. Film biografi tentang perjalanan hidup, karir dan cinta mantan Presiden ketiga Republik Indonesia ini bisa dikategorikan sebagai film sejarah. Dan film ini tergolong sukses.

    Dibalik cerita tentang produser yang membuat film ini, Habibie ketika memilih keluarga Punjabi menjadi produser film yang diangkat dari buku yang ditulisnya dengan judul sama, sejak awal menegaskan Habibie tak mau film itu menjadi film kelas sinetron.

    Dalam proses pembuatan film nya, Habibie ikut mengarahkan langsung para pemain termasuk saat syuting. Bahkan adegan yang tak disukai Habibie pun, langsung dia minta untuk dibuang atau dipotong.

    Habibie tak bisa menyensor adegan-adegan di film lainnya. Misalnya soal kata 'mesin jahit' yang tiba-tiba terlontar dari mulut Reza Rahadian yang memerankan Habibie saat di meja makan.

    DWI OKTAVIANE/ HP
    Topik Terhangat
    Korupsi Hambalang | SBY Vs Jokowi | Suami Ratu Atut Meninggal | Suap Akil Mochtar | Adiguna Sutowo |

    Berita Terpopuler
    Drama Surabaya Membara Kembali Dipentaskan
    Nyaris Bangkrut, Eros Bikin Film Tjoet Nya' Dhien 
    Film Soekarno di Ende Segera Digarap
    Widyawati:Makna Hari Pahlawan, Mencintai Tanah Air 
    Jadi Soekarno, Baim Wong Harus Bersuara Berat

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.