Terapi Hormon, Ini Perubahan Tubuh Dena Rachman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dena Rachman. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    Dena Rachman. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    TEMPO.CO, Jakarta-Baru satu tahun belakangan, Dena Rachman memutuskan untuk melakukan terapi hormon. Selama ini, pemilik nama lahir Renaldy Denada Rachman itu tidak pernah ada keinginan untuk melakukan perubahan total pada dirinya, mengingat dirinya belum melakukan operasi apapun.

    “Aku sekarang sudah 25 tahun, sudah masuk level serius ke arah sana,” kata Dena di Plaza Senayan, Rabu 13 Juni 2013.

    Dena hanya mengkonsumsi satu pil setiap hari, gunanya untuk menekan hormon lelaki dan menaikkan hormon perempuan. “Setelah aku ke dokter dan psikolog, aku tidak butuh banyak melakukan terapi hormon. Berbeda jika transgender yang tubuhnya laki banget, itu harus banyak melakukan terapi hormon,” kata mantan artis cilik itu.

    Menurut Dena, ada beberapa terapi yang harus dilakukan seorang transgender, itupun sesuai dengan kadar hormon yang ada. “Ada yang tubuhnya laki banget, mereka butuh terapi hormon yang lebih besar, bisa minul pil, atau ada jel untuk ke tubuh,” katanya.

    Dena mengaku menjadi lebih pede dan yakin untuk mengubah tubuhnya menjadi seorang perempuan. Apalagi dia bisa merasakan apa yang dirasakan perempuan kebanyakan, yakni perasaan PMS (pra mens syndrom). Ketika seorang perempuan menjelang haid, emosi nya akan naik turun.

    “Perubahan paling jelas aku kayak perempuan PMS. Emosi naek turun, jadi suka nyemil makanan yang manis-manis, badan aku jadi melar nih. Beratnya naik,”kata Dena.

    Emosi yang dirasakannya adalah terkadang dia merasa sedih tapi bisa secara tiba-tiba menjadi bahagia. Namun Dena lebih menikmati perubahan tersebut. “Marah-marah sih enggak. Cuma kalau salah sedikit jadi kesal, aku jadi lebih feminin,” ujar lulusan master di University of Bologna, Italia, di bidang design, fashion, dan luxury goods ini.

    Sedangkan untuk perubahan secara fisik, juga dirasakannya.Dena menyadari ada perubahan di bagian dadanya. Jika seorang transgender berniat melakukan operasi, kata Dena diperlukan dasarnya.  "Sudah ada dasarnya, karena kelenjar susunya itu harus terbentuk dulu. Tapi memang tidak besar,” ujar Dena yang belum tahu kapan akan melakukan operasi.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Lain:
    Konser G-Dragon 'BigBang' Sukses

    Maudy Ayunda dan Afgan Tak Takut Cinlok
    Transgender, Dena Rachman Buktikan Bisa Prestasi
    Ini Awal Dena Rachman Berpakaian Wanita
    Film Terpuji untuk 5 CM di Festival Film Bandung


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.