Alasan Bromo Dipilih untuk Jazz Gunung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jazz Gunung di Java Banana Bromo Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. ANTARA/Musyawir

    Jazz Gunung di Java Banana Bromo Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. ANTARA/Musyawir

    TEMPO.CO, Jakarta - Jazz Gunung merupakan agenda musk jazz tahunan. Diselenggarakan di area gunung Bromo, Jawa Timur dengan ketinggian di atas 2000 meter, festival musik ini punya keunikan tersendiri. Tahun ini, Jazz Gunung 2013 akan diselenggarakan pada 21 dan 22 Juni 2013.

    “Tahun ini akan melibatkan band kampus dan musisi daerah, seperti kelompok perkusi dari Madura dan dari kelompok musik gamelan dari Banyuwangi” kata Djaduk Ferianto, seniman asal Jogjakarta yang mengagas festival jazz ini saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada Senin, 10 Juni 2013.

    Menurut Djaduk, meski jazz seringkali lekat dengan citra elitis, namun dalam festival Jazz Gunung ini ia ingin mengangkat citra musik etnik. “Musik etnik Indonesia itu sangat kaya, dan itu jazzy banget,” kata pemilik nama lahir Guritno ini.

    Djaduk menggagas acara ini bersama adiknya, budayawan Butet Kertaradjasa dan Sigit Pramono, fotografer pencinta gunung Bromo sejak 2008. Festivalnya sendiri terselenggara pertama kali pada 2009.

    Bromo menjadi tempat terselenggaranya festival ini lantaran keindahan pemandangan dan budaya lokal masyarakat gunung yang unik. Bahkan menurut situs Lonely Planet, Bromo dinobatkan sebagai tujuan wisata gunung ketiga terbaik di dunia, setelah Gunung Olympia di Yunani dan Gunung Elbrus di Rusia.

    Setelah lima tahun berlangsung, tahun ini Jazz Gunung akhirnya dilirik pemerintah nasional untuk dijadikan konsep wisata musik dan budaya. “Ini pertama kalinya mendukung acara ini. Dari tahun ke tahun acara ini bertambah besar. Jika pariwisata berkembang maka industri kreatif juga,” kata Marie Elka Pangestu, menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

    Marie juga menambahkan bahwa dengan penyelenggaraan terus menerus Jazz Gunung ini, maka wisatawan mancanegara dan lokal akan bertambah. Hal tersebut turut membantu perkembangan industri kreatif masyarakat daerah gunung Bromo. “Dengan acara ini, tidak hanya orang kota yang bisa menikmati Jazz, tapi juga orang lokal. Juga menyediakan panggung bagi seniman untuk menampilkan musik” imbuhnya.

    Tahun ini, beberapa musisi nasional dan lokal siap memeriahkan Jazz Gunung 2013. Beberapa musisi tersebur antara lain Yovie Widianto, Balawan, Sierra Soetodjo, Barry Likumahuwa Project, Rieka Roslan, Ring of Fire Project Feauturing Djaduk Ferianto, Idang Rasjidi dan Kulkul Band.

    Musisi lokal yang akan di libatkan adalah band kampus asal Malang dan Surabaya serta kelompok musik masyarakat seperti Musik Etnik Kramat Madura, Tahez Komez. Blambangan Art School Banyuwangi dan Cantrek. Tidak hanya festival musik jazz, acara juga akan dimeriahkan dengan Pestaraya Bromo, yakni agenda kebudayaan untuk mengapresiasi Suku Tengger, suku asli wilayah Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Pestaraya Bromo ini menyuguhkan kesenian rakyat, kuliner, parade komunitas jip dan sepeda gunung, serta pameran kesenian.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Lain:
    Harga Jengkol Melambung, Nino: Serius Lo? 

    John Malkovich Menjadi Pahlawan

    Britney Spears, Kekasih dan Album Baru


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?