Trie Utami, Lagu 1980 dan 1990 an Lebih Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trie Utami. TEMPO/Nita Dian

    Trie Utami. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren kelompok vokal kiblat K-pop (Korea Pop) dengan sebutan girl band dan boyband  melanda musik Indonesia. Namun tidak seiring dengan kualitas vokal. Penyanyi Trie Utami menganggap lagu era tahun 1980 sampai 1990 an lebih punya struktur bagus dan warna vokal lebih baik.

    Hal ini diungkapkan Iie, panggilan akrab adik musisi Purwacaraka ini saat peluncuran group vokal Sparkling yang didapat dari hasil kompetisi Festival Vocal Group Indomaret (FOGI), di Kemang, belum lama ini.

    Grup vokal terdiri dari empat anak muda berusia antara 17 tahun hingga 20 tahunan, yakni, Maria Christy Anastasia, Shelya Regina Widyarahman, Natasya Gabriella Regina  dan Genia Despriana.

    Festival yang sudah diselenggarakan sejak 2002 ini pernah mendapat arahan Elfa Secioria (alm) yang terlibat dalam audisi finalis pada 2009. “Mereka disiapkan bertarung di arena World Choir Games 2010, kompetisi paduan suara tingkat dunia di Shaoxing China,” kata Gondo Sudjoni, Marcomm Senior Manager PT Indomarco Prismatama, pengelola Indomaret

    Lalu Elfa memilih 15 penyanyi dari anggota kelompok vokal dari berbagai kota dan kelompok vokal diberi nama Sparkling yang merebut gelar grand champion. Sparkling itu tadinya disaring dari 25 orang, menjadi 7 dan mengerucut menjadi empat penyanyi.

    Penyanyi Trie Utami dan penata musik Andi Rianto dilibatkan untuk memberi alternatif kualitas vokal bagi kwartet penyanyi belia ini. Menurut Trie, “Tidak mudah menyanyi dengan cara dan teknik yang benar. Tidak mudah juga menjadi penyanyi berkualitas,” kata Iie yang beberapa bulan menyiapkan Sparkling sebagai penata vokal untuk memasuki industri rekaman.

    Iie mengatakan, dia wajib memberikan ruang bagi anak-anak muda yang mau bekerja keras mencapai kualitas vokal yang diimpikan. Mengapa memilih lagi era tahun 1980 an sampai 2000 an (adanya delapan lagu lawas dna dua lagu baru), itu ada alasan sendiri.

    “Jujur saja, jarang ada lagu sekarang yang punya struktur bagus dan punya warna suara baik. Pencipta lagu tahun 80 an sampai 90 an punya komposisi lagu baik,” ujar Trie. Delapan lagu “lama” itu berjudul O ya, Biru, Melayang (Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun), Sekali Ini Saja  (Glenn Fredly), Wow dan Surat Cinta (Oddie Agam), Setia (Pongki Barata), dan Tinggal Bilang (Adjie Soetama).

    Lagu lagu ini dipopulerkan oleh penyanyi Vina Panduwinata, 2D, Oddie Agam, dan January Christy. Sedangkan dua lagu baru Mataharimu ciptaan Trie Utami dan Satukan Cinta karya Rieka Roeslan.

    Keempat penyanyi muda ini mengaku, sempat kesulitan menyanyikan lagu ‘O ya’, Melayang dan Biru. “Tasya sempat keluar air mata, tapi saya menyemangati mereka. Kalau belum dicoba, nggak boleh bilang susah. Akhirnya mereka enjoy tatkala harus menyanyikan lagu dengan pecahan vokal sesulit apapun,” ujar Trie bangga.

    Album Sparkling menjadi produksi rekaman kedua bagi Indomaret, setelah merilis album pop anak-anak pada 2010 dan meraih 3 penghargaan Anugerah Musik Indonesia, kategori grup vokala anak-anak terbaik, lagu pop anak-anak itu terjual hingga 30 ribu keping. Jumlah cukup baik untuk penjualan fisik album di era digital sekarang. CD album Sparkling didistribusikan oleh RPM Records melalui 7600 gerai Indomaret.

    EVIETA FADJAR


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.