Kisah Pernikahan Istri Eyang Subur yang ke 7

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dukun Eyang Subur keluar dari Mabes Polri terkait dukun dan penganut aliran sesat di Jakarta, (19/04). Kedatangnya Eyang Subur ke Mabes Polri untuk melaporkan Adi Bing Slamet yang telah mencermarkan nama baiknya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Dukun Eyang Subur keluar dari Mabes Polri terkait dukun dan penganut aliran sesat di Jakarta, (19/04). Kedatangnya Eyang Subur ke Mabes Polri untuk melaporkan Adi Bing Slamet yang telah mencermarkan nama baiknya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ani atau Annisa istri ke-7 Eyang Subur ternyata dinikahi tanpa menghadirkan saksi dari pihak keluarga. "Tahun 2004 akhir, saya didatangi Ani dengan tantenya, Dewi. Ani minta ijin, restu untuk menikah dengan pak Subur," kata Ade, ayah Ani pada Selasa 30 April 2013.

    Ia menceritakan bahwa pada saat itu, Ani juga mengatakan kalau akan menjadi istri ke tujuh Subur yang awalnya dikenal sebagai tukang jahit. "Lantas saya bilang kalau menurut agama islam itu sudah melanggar  karena hanya diperbolehkan punya istri empat. Lebih dari empat tidak boleh," kata Ade. Karena Ani keukeuh ingin menikahi subur, Ade pun memberikan persetujuan.

    Namun satu bulan setelah itu, Ade ditemui Subur dan mengatakan kalau pernikahannya dengan Ani tidak jadi dilangsungkan. Tapi Ani yang ditemuinya saat itu pada 2005, justru mengaku sudah dinikahi Subur. "Semenjak menikah hingga sekarang saya tidak bisa bertemu dengan anak saya," katanya.

    Sementara itu, Dewi, Tante dari Ani mengaku mengetahui pernikahan Ani yang dilakukan di Bekasi. Namun dirinya dan sang suami tidak diundang pada acara itu."Sekarang kalau diam di rumah pak Subur terus, dia tidak bisa bicara dengan keluarga" kata Dewi.

    Menurut Dewi, jika Ani ingin menelpon keluarganya harus seizin Subur.  Hal tersebut dianggap pihak keluarga bentuk kekerasan psikis sehingga mereka melapor ke Komnas Perempuan.

    "Dia dikondisikan tidak bisa berhubungan langsung dengan keluarga. Harus ada perintah. Jadi merupakan bentuk kekerasan psikis," kata Dewi.

    Pada Selasa, 30 April 2013, beberapa ormas pembela hak perempuan seperti Asian Mooslem Action Network Indonesia (AMAN Indonesia), Migrant Care dan Commission of Gender Based Violence serta Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), mendampingi keluarga Ani melaporkan kasus itu kepada Komnas Perempuan.

    Selain itu, dihari yang sama, mereka juga mengadukan ke Polda dan LPSK. Para pendamping dan keluarga berharap Ani mendapat perlindungan dan segera kembali ke keluarga setelah delapan tahun tidak pernah pulang.

    Ani sendiri menyangkal mendapatkan prilaku kekerasan psikis dari Subur. Dia bicara dalam program infotainment SOS, ANTV, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu 1 Mei 2013.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Lain:
    20 Mei, Dahlan Instruksikan Dirut BUMN Mengajar

    Barcelona Akui Superioritas Munchen

    Cegah Terorisme, Putus Sumber Pendanaannya

    Benitez Ogah Bicarakan Mou


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?