Ine Febriyanti Mainkan Dua Lakon Berbeda di Teater  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ine Febriyanti. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ine Febriyanti. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Ine Febriyanti sedang mencoba bermain teater di luar kebiasaan yang selama ini dilakukannya. Pemilik nama lengkap Sha Ine Febriyanti ini sedang menantang dirinya sendiri untuk mengambil dua peran dalam waktu yang bersamaan.

    Biasanya, Ine akan fokus ke satu peran untuk lakon pementasan teater dan membutuhkan waktu tiga bulan untuk pendalaman karakter. Namun, kini Ine mencoba "nekat" menerima peran di pementasan Rictus Warm pada 15-16 Juni di Salihara bersama dua aktor asal Prancis dan pagelaran musikal Padusi yang disutradarai oleh Rama Soeprapto dan naskah ditangani Nia Dinata. Pementasan ini sendiri akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki, 11-12 Mei 2013.

    "Biasanya, aku enggak pernah kurang dari tiga bulan untuk pendalaman karakter di tiap tokoh. Tapi ini bisa aku lakukan langsung keduanya," kata Ine.

    Ine menyadari, dia harus melakukan transformasi secara cepat untuk ke pementasan tersebut. "Aku ingin menantang diriku sendiri apakah bisa melakukannya secara bersamaan. Ini tantangan pertama," kata Ine.

    Dia mengakui, pementasan yang berkolaborasi dengan dua aktor Prancis itu begitu berat. Namun, dia menekankan bukan berarti dia meremehkan lakon Padusi. "Sekarang ini pendekatan teater lebih instan," ucap ibu tiga anak ini.

    Untuk mendalami perannya di Rictus War, Ine diundang Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) untuk menonton pertunjukan tersebut langsung di Paris. Hal ini sekaligus untuk meralat berita sebelumnya mengenai Ine yang harus mengeluarkan dana dari koceknya sendiri. "CCF yang membiayai semuanya. Aku ke sana untuk bertemu dengan dua aktor dan reading dengan sutradaranya," kata Ine.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Lain:
    Tengok Cuitan Anas Urbaningrum Soal SMS 
    Mantan Pangdam IV: Komnas HAM Jangan Didengar 
    Kalau Lihat IMB, Banyak Rumah Ibadah Dibongkar 
    Kompolnas Kantongi Delapan Nama Calon Kapolri 
    Kronologi Penangkapan Penyidik Pajak Pargono  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.