Awas Polizei, Dukungan The Brandals untuk KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • band The Brandals, musikator.com

    band The Brandals, musikator.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup band rock n roll The Brandals menjadi tamu di ajang Jakarta International Blues Festival (JIBF) 2012. Dalam aksinya, Eka (vokalis) dan kawan-kawan sempat menyinggung perselisihan KPK dengan Polri yang tengah ramai dibicarakan saat ini.

    "Sekarang lagi ramai berita perselisihan dua lembaga hukum di negeri kita, ya," kata Eka saat akan menyanyikan lagu berjudul Awas Polizei.

    Awas Polizei bukan sengaja dibuat Eka dkk untuk mendukung KPK. Kebetulan, The Brandals kerap memakai lirik bertema sosial yang sarat akan kritik di dalamnya.

    Eka pernah mengatakan, musik bukanlah sekadar komoditas untuk dijual di pasaran, melainkan sebuah virus positif yang bisa mempengaruhi generasi muda. "Jadi musik itu sangat sakral," katanya.

    Awas Polizei merupakan lagu penutup penampilan The Brandals di JIBF 2012. Sebelumnya, Eka dkk membawakan tujuh lagu, termasuk sesi kolaborasi dengan beberapa musikus. Mereka adalah penyanyi Kartika Yahya, pemain saksofon Ucok dan Dhika, serta pemain keyboard Luki Anas.

    Suasana semakin meriah saat lagu berjudul Stoned Traveler karya Roger Alan Wade dan lagu Johnny B. Good karya Chuck Berry berkumandang. Di sesi itu, The Brandals berkolaborasi dengan pemain gitar kawakan Donny Suhendra.

    JIBF 2012 digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2012. Sederet artis dan musikus blues didatangkan, baik dari mancanegara maupun lokal. Acara dimulai pukul 10 pagi dan berakhir pada tengah malam.

    YAZIR FAROUK

    Berita Lain:
    Nicholas Saputra Ogah Jadi Pengikut @TrioMacan2000
    Pria yang Nyelonong ke Rumah Miley Cyrus Dihukum
    Senjata Nadine Saat ''Travelling''
    Daniel Mananta Jualan Kaus Sampai ke Makassar


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.