Musisi Gelar Konser Peduli Sulawesi Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdee. TEMPO/ Agung Pambudhy

    Abdee. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO , Jakarta - Segenap musisi Tanah Air bersama Kepedulian Orang Indonesia (KOIN) akan menggelar konser amal di Hard Rock Cafe, Jakarta, 26 September 2012 mendatang. Dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk korban gempa di beberapa titik di Sulawesi Tengah; Palu, Sigi, dan Parimo.

    Abdee 'Slank', penggagas sekaligus ketua pelaksana acara mengaku miris melihat bencana yang terjadi di sana. Apalagi, ia tak lain adalah putra kelahiran Palu.

    "Sebagai musisi, apalagi yang bisa kami berikan selain membuat sebuah konser peduli dengan tujuan mencari dana yang bisa kami sumbangkan," katanya saat ditemui di markas Slank 'Potlot', Jakarta, Jumat 21 September 2012.

    Alokasi dana bantuan nantinya bakal difokuskan untuk membangun kembali 13 bangunan sekolah yang hancur akibat gempa. Setidaknya, kata dia, kegiatan itu bisa sedikit memulihkan keadaan di lokasi bencana. "Biar anak-anak di sana bisa sekolah lagi," ujarnya.

    Penonton yang datang ke konser dikenakan biaya masuk Rp 100 ribu. Di luar itu, akan ada sesi pemberian dana dari para donator ketika musisi beraksi di atas panggung.

    Rencananya, konser akan dimulai pada pukul 16.00 dan berakhir pukul 23.00 WIB. Beberapa musisi dan artis yang akan meramaikan diantaranya Slank, Pasha 'Ungu', Glenn Fredly, Titi DJ, Anji, Drivie, The Titans, Killing Me Inside dan lainnya.

    YAZIR FAROUK

    Berita terpopuler lainnya:
    Mulan Jameela Trauma Nyanyi Lagu Galau
    Ayu TingTing Pengen Nonton Konser SMTown
    Demi Robert Pattinson, Kristen Stewart Ikut Terapi 
    Majalah AS Beritakan Kate Hamil Anak Kembar 
    Bimbim ''Slank'' Tetap Pilih Jokowi 
    Jemput Tunangan, Miley Cyrus Telanjang Dada



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.