Agar Terima Lady Gaga, FPI Ditawari 'Mobil'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi menolak konser Lady Gaga di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (25/5). AP/Dita Alangkara

    Sejumlah pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi menolak konser Lady Gaga di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (25/5). AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser Lady Gaga akhirnya gagal digelar di Jakarta. Sejumlah organisasi massa menentang kehadirannya, tak terkecuali Front Pembela Islam (FPI). Kelompok ini jauh-jauh hari mengancam akan melakukan demonstrasi. Karena sikap keras ini sejumlah kalangan melobi FPI dan menawari sejumlah uang.

    Menurut juru bicara FPI, Munarman, awal Mei lalu kelompoknya didekati. Itu terjadi setelah Ketua Front Rizieq Shihab mengumumkan sikap resmi organisasinya menolak Gaga, ia ditelepon seorang pengacara yang mengaku mewakili Big Daddy dan memintanya tak terlalu keras menolak Lady Gaga. "Saya tolak karena ini menyangkut umat Islam," ujarnya. "Sikap kami sudah jelas: tolak Lady Gaga."

    Front Pembela Islam memang ngotot berencana menghadang Gaga di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Jika konser itu tetap digelar, kata Munarman, laskar FPI akan mengepung Gelora Bung Karno dan membubarkan pertunjukan.

    Tak hanya dia, petinggi FPI lainnya mengabarkan kepada Munarman telah didatangi seseorang agar menghentikan demonstrasi menolak Gaga dan ditawari uang. "Nilainya seharga mobil," kata Munarman, "tapi dia tak menyebut mewakili siapa."

    Arif Romadhoni, juru bicara Big Daddy, membantah menawari FPI. Dia mengaku memang mengajak berdialog agar menerima konser Gaga. "Pokoknya, kami berusaha sekuat tenaga," ujarnya. Walaupun akhirnya gagal. (Baca juga: FPI : Akhirnya Selamat dari Monster Lady Gaga)

    Menurut seorang sumber di manajemen Big Daddy, semua pihak yang menentang konser ini sudah ditemui dan diajak berdiskusi, terutama instansi-instansi yang tidak juga mengeluarkan izin. Selasa pekan lalu, tim Big Daddy bertemu dengan perwakilan lima instansi yang tergabung dalam Komisi Penilai Kegiatan Hiburan Daerah.

    Dalam pertemuan itu, komisi meminta Big Daddy mempublikasikan profil Lady Gaga, yang dituduh sekelompok orang sebagai penyanyi pemuja setan. Tiga lagu dijadikan dasar tuduhan itu: Judas, Born This Way, dan Alejandro. Klip video lagu-lagu itu menggambarkan Gaga yang berubah dari seorang biarawati menjadi Lucifer.

    Semua itu belum mencapai hasil, tapi keburu manajemen Lady Gaga membatalkan konsernya di Jakarta. Mereka tak ingin konsernya dikurangi atau disensor.

    BAGJA HIDAYAT | RIRIN AGUSTIA | ANGGA SUKMA | ISTIQOMATUL HAYATI | WAHYU MURYADI

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Perang Harga untuk Mendatangkan Lady Gaga

    Saat Gaga Batalkan Konser, Izin Sudah 95 Rampung
    Lady Gaga: Hati Saya Hancur Tak Jadi Konser di Jakarta
    Pembunuhan Janda di Cipete Bermotif Asmara
    Skandal ''Vatileaks'' Guncang Vatikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.