Diskusi Patung Edhi Sunarso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jim Supangkat, Mike Susanto, Edhi Sunarso, dan Yuke Ardhiati dalam diskusi

    Jim Supangkat, Mike Susanto, Edhi Sunarso, dan Yuke Ardhiati dalam diskusi "Seni Patung, Monumen, dan Ruang Publik" di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, pada Sabtu (21/8).

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Dengan arahan Presiden Soekarno, Edhi Sunarso merancang beberapa patung yang kini menjadi monumen bersejarah di Jakarta, meski perubahan tata ruang telah membuat karyanya tenggelam di tengah hiruk pikuk bangunan tinggi di sekitarnya. Hal ini terungkap dalam diskusi "Seni Patung, Monumen, dan Ruang Publik" di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, pada Sabtu (21/8).

    Dalam foto tampak para pembicara dalam diskusi ini, yakni--dari kiri ke kanan--Jim Supangkat, kurator independen; Mike Susanto, editor buku Edhi Sunarso: Seniman Pejuang dan moderator diskusi ini; pematung Edhi Sunarso; dan Yuke Ardhiati, arsitek dan peneliti Soekarno Sebagai Arsitek.

    Diskusi ini menyertai pameran tunggal seni patung “Monumen” dan peluncuran buku Edhi Sunarso: Seniman Pejuang di Galeri Salihara, yang berlangsung 14-28 Agustus 2010. Pameran buka Senin-Sabtu pukul 11.00-20.00 WIB, Minggu & hari libur nasional tutup.

    Kurniawan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.