Kala Pebulutangkis Top Indonesia Belajar Membatik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surakarta – Tangan kanan Sony Dwi Kuncoro secara perlahan menggoreskan canthing ke kain putih di depannya. Goresannya mengikuti pola motif batik yang sudah ada. Selesai dengan satu goresan, canthing dicelupkan ke dalam wajan kecil yang berisi malam atau tinta khusus untuk membatik.

    Wajah peringkat 11 dunia tunggal putra ini tampak serius. Tak kalah dibanding ketika menghadapi setiap lawan di lapangan bulutangkis. “Asyik juga membatik,” katanya kepada Tempo, di sela-sela acara membatik bersama di kampung batik Laweyan, Sabtu (24/4) sore.

    Sony dan belasan pebulutangkis papan atas Indonesia sore itu sengaja datang ke Laweyan untuk belajar membatik. Selain ingin mengetahui bagaimana sebenarnya proses pembuatan batik tulis, kegiatan ini juga sebagai sarana penyegaran sebelum bertanding dalam simulasi Piala Thomas-Uber, Minggu (25/4) di Surakarta.

    Sony mengaku tidak merasakan perbedaan berarti antara bermain bulutangkis dengan membatik, karena sama-sama menggunakan tangan. Bedanya, “Kalau bulutangkis mengandalkan power, sedangkan membatik butuh keluwesan dan kelembutan,” terangnya yang membatik motif Sekar Jagad.

    Lain lagi yang dirasakan Markis Kido. Pemain ganda putra ini mengatakan lebih memilih latihan bulutangkis daripada disuruh membatik. “Sulitnya minta ampun,” ujarnya sambil tertawa. “Lebih mudah men-smash lawan,” lanjutnya.

    Saking tidak sabarannya, goresan cantingnya sering tidak tepat pada pola motif batik Tarupolo. Bahkan di beberapa bagian tinta batik tampak menggumpal. Hingga puncaknya, sosok yang menduduki peringkat 3 dunia ganda putra bersama Hendra Setiawan ini memilih menyerah sebelum proses membatik selesai.

    Namun “perjuangan” para pemain bulutangkis terbaik Indonesia itu terbayar lunas. Aksi mereka tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Perwakilan MURI, Sri Widayati mengatakan apa yang dilakukan Sony dan kawan-kawan sangat unik dan baru pertama kali.“Karenanya kami menganugerahkan rekor MURI nomor 4.245 untuk aksi membatik bersama-sama oleh pemain top bulutangkis Indonesia,” katanya.


    UKKY PRIMARTANTYO

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.