Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

18 Tahun Kepergian Pramoedya Ananta Toer, Kisah dari Penjara ke Penjara

image-gnews
Pramoedya Ananta Toer. Wikipedia/Lontar Foundation
Pramoedya Ananta Toer. Wikipedia/Lontar Foundation
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pada 30 April 2006, 18 tahun telah berlalu sejak kepergian Pramoedya Ananta Toer, salah seorang sastrawan di Indonesia. Dikenal dengan sapaan Pram, karyanya yang monumental dan kritis terhadap pemerintah Orde Baru telah menjadikannya ikon perlawanan.

Pramoedya Ananta Toer Lahirkan Lebih dari 50 Karya

Pramoedya Ananta Toer, atau yang lebih dikenal dengan nama Pram, adalah salah satu sastrawan legendaris Indonesia yang lahir di Blora pada tanggal 6 Februari 1925. Ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan dalam 41 bahasa asing.

Dikutip dari buku Pramoedya Ananta Toer: biografi singkat (2019) Pram menempuh pendidikan di berbagai sekolah, termasuk Instituut Boedi Oetomo di Blora, Sekolah Teknik Radio Surabaya, Taman Siswa, Sekolah Stenografi, dan Sekolah Tinggi Islam Jakarta. Kariernya sebagai penulis dimulai pada masa penjajahan Jepang, di mana beliau bekerja sebagai wartawan di Kantor Berita Domei.

Pada 1958, Pram bergabung dengan Lekra, organisasi kesenian yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Keputusan ini menjadi awal polemiknya dengan pemerintah dan seniman lain. Pada masa Orde Baru, Pram ditangkap dan dipenjara selama 10 tahun di Pulau Buru.

Meskipun dipenjara, Pram tetap aktif menulis. Karya-karyanya yang terkenal antara lain Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, Arus Balik, Arok Dedes, dan Larasati. Beberapa karyanya diterjemahkan ke bahasa Belanda dan Inggris.

Pram dari penjara ke penjara

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan legendaris Indonesia, tak lepas dari kisah kelam masa penahanannya. Sejak masa pergerakan kemerdekaan hingga era Orde Baru, Pram harus mendekam di balik jeruji besi di berbagai penjara.

Penjara Pertama: Salemba (1947 - 1949)

Penahanan pertama Pram terjadi pada masa penjajahan Belanda, tepatnya setelah Agresi Militer II Belanda pada 1947. Beliau ditangkap dan dijebloskan ke Penjara Salemba karena dituduh terlibat dalam aksi perlawanan terhadap Belanda.

Penjara Kedua: Bukittinggi (1949 - 1951)

Setelah Agresi Militer Belanda II berhasil ditumpas, Pram dibebaskan dari Penjara Salemba. Namun, masa kebebasannya tak lama. Pada tahun 1949, beliau kembali ditangkap dan ditahan di Bukittinggi, Sumatera Barat, oleh pasukan tentara kolonial Belanda yang masih menduduki wilayah tersebut.

Penjara Ketiga: Glodok (1951 - 1952)

Seiring dengan pengakuan kedaulatan Indonesia, Pram dipindahkan dari Bukittinggi ke Penjara Glodok di Jakarta. Di sini, beliau mendekam selama kurang dari setahun sebelum dibebaskan pada 1952.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penjara Keempat: Pulau Buru (1969 - 1979)

Penahanan terpanjang Pram terjadi pada masa Orde Baru. Beliau ditangkap tanpa proses peradilan pada 1969 dan diasingkan ke Pulau Buru, Nusa Tenggara Timur. Di pulau terpencil ini, Pram dan ribuan tahanan politik lainnya dipaksa bekerja keras dan hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Penjara Kelima: Cipinang (1979 - 1980)

Setelah 10 tahun diasingkan di Pulau Buru, Pram dipindahkan ke Penjara Cipinang di Jakarta. Di sini, beliau tetap aktif berkarya dan menyelesaikan beberapa karyanya yang monumental, seperti "Bumi Manusia" dan "Anak Semua Bangsa".

Penjara Keenam: Nirbaya (1980 - 1988)

Pada 1980, Pram kembali dipindahkan ke Penjara Nirbaya (sekarang Lapas Narkotika Jakarta) di Jakarta. Di sini, beliau mendekam selama 8 tahun sebelum akhirnya dibebaskan pada tahun 1988.

Penjara Ketujuh: Cipinang (1995 - 1996)

Kebebasan Pram tak berlangsung lama. Pada 1995, beliau kembali ditangkap dan ditahan di Penjara Cipinang atas tuduhan makar. Beliau dibebaskan setahun kemudian setelah menjalani hukuman 1 tahun.

Kisah perjalanan Pram dari penjara ke penjara merupakan cerminan dari keteguhan dan semangatnya yang tak pernah padam. Meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan dan tekanan, Pram tetap berkarya dan menuangkan pemikirannya melalui tulisan-tulisannya yang kritis dan berani.

Kisah hidup Pram menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kebebasan dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Semangatnya yang pantang menyerah dan karyanya yang abadi akan terus menginspirasi generasi muda untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Pramoedya Ananta Toer meninggal pada 30 April 2006 di Jakarta. Ia meninggalkan warisan karya yang monumental dan terus menginspirasi pembacanya

MICHELLE GABRIELA  | NAOMI A. NUGRHAENI

Pilihan Editor: Kenang Pramoedya Ananta Toer dan Karya-karyanya, Tak Cuma Bumi Manusia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pengadilan Rusia Jatuhkan Vonis 16 Tahun Penjara kepada Jurnalis AS Evan Gershkovich

1 hari lalu

Reporter Wall Street Journal, Evan Gershkovich. REUTERS
Pengadilan Rusia Jatuhkan Vonis 16 Tahun Penjara kepada Jurnalis AS Evan Gershkovich

The Wall Street Journal mengecam hukuman Evan Gershkovich oleh pengadilan Rusia dan mengatakan 'jurnalisme bukanlah kejahatan'.


Polisi Sebut Dendam Sebabkan Tawuran di Depan Bassura City Jaktim Selalu Terulang

5 hari lalu

Puluhan warga RW 01 dan RW 02 terlibat tawuran di kawasan Jalan Basuki Rahmat (Bassura) Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 9 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO
Polisi Sebut Dendam Sebabkan Tawuran di Depan Bassura City Jaktim Selalu Terulang

Polisi telah menginisiasi deklarasi damai pada Januari 2024, tapi tawuran antarwarga di depan Mall Bassura City terus terjadi


Angka Kejahatan Naik, Kepala Investigasi Rusia Usulkan Hukuman Mati Kembali Diberlakukan

19 hari lalu

Ilustrasi hukuman mati. iconfider.com
Angka Kejahatan Naik, Kepala Investigasi Rusia Usulkan Hukuman Mati Kembali Diberlakukan

Moskow secara efektif sementara penerapan hukuman mati pada akhir 1990-an sebagai salah satu syarat bergabung dengan Dewan Eropa.


Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

25 hari lalu

Sastrawan Abdul Hadi WM sedang membahas puisi-puisi dalam buku
Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

Mengenang sastrawan dan budayawan Abdul Hadi WM yang dikenal dengan aliran sufinya yang memiliki berbagai penghargaan bergengsi.


Keluarga Terkaya di Inggris Divonis 4 Tahun Penjara di Swiss, Pekerjakan PRT 16 Jam Sehari

28 hari lalu

Keluarga Hinduja Terkaya di Inggris Dihukum Karena Mengeksploitasi Pekerja Rumah Tangga India di Vila Swiss. FOTO/india.com
Keluarga Terkaya di Inggris Divonis 4 Tahun Penjara di Swiss, Pekerjakan PRT 16 Jam Sehari

Keluarga terkaya di Inggris keturunan India dinyatakan bersalah oleh pengadilan Swiss pada Jumat karena mengeksploitasi pekerja rumah tangga


Travis Scott Dicokok Polisi di Miami akibat Mabuk dan Membuat Keributan, Ini Kronologinya

28 hari lalu

Travis Scott. Foto: Instagram/@travisscott
Travis Scott Dicokok Polisi di Miami akibat Mabuk dan Membuat Keributan, Ini Kronologinya

Rapper, Travis Scott kembali berurusan dengan polisi, kini ia ditangkap di Miami. Simak artikel ini untuk mengetahui kronologi kejadiannya!


Ayu Utami, Sastrawan Sekaligus Salah Seorang Pendiri AJI Indonesia

29 hari lalu

Perwakilan dari 29 seniman dan budayawan Indonesia, seniman Ayu Utami memberikan keterangan pers usai menyampaikan berkas Amicus Curiae terkait kasus Perkara Nomor 1/PHPU.PRES/XXII/2024 dan Perkara Nomor 2/PHPU.PRES/XXII/2024 perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 kepada Mahkamah Konstitusi (MK) di Gedung 2 MK, Jakarta, Senin 1 April 2024. Dalam berkas yang disampaikan seniman dan budayawan menilai menunjukan banyaknya persoalan yang terjadi sejak tahap pencalonan hingga kampanye. TEMPO/Subekti.
Ayu Utami, Sastrawan Sekaligus Salah Seorang Pendiri AJI Indonesia

Ayu Utami penulis novel Saman dan Larung. Ia salah seorang pendiri AJI Indonesia dan turut mengajukan amicus curiae sengketa Pilpres 2024.


Warga Negara Ganda Rusia-AS Diadili atas Dugaan Menyumbang Dana untuk Tentara Ukraina

30 hari lalu

ilustrasi penjara
Warga Negara Ganda Rusia-AS Diadili atas Dugaan Menyumbang Dana untuk Tentara Ukraina

Ksenia Karelina, warga negara ganda Rusia-AS, diadili di Rusia atas tuduhan mengirimkan uang untuk tentara Ukraina melalui organisasi nirlaba di New York.


Arus Balik Libur Idul Adha, 154 Ribu Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek

32 hari lalu

Sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Jumat, 5 April 2024. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) lakukan contraflow dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H. ANTARA /Aprillio Akbar
Arus Balik Libur Idul Adha, 154 Ribu Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek

Jasa Marga mencatat ada 154 kendaraan masuk kembali ke Jabodetabek dari tiga arah utama pada hari raya Idul Adha 1445 Hijriah.


Libur Idul Adha, Puncak Arus Balik Penumpang Kereta Daop 1 Jakarta Hari Ini Capai 38.709 Orang

32 hari lalu

Penumpang Kereta Api Sawunggalih dari Kutoarjo saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 13 April 2024. Arus Balik Lebaran 2024 sebanyak 46.474 penumpang tiba di Jakarta dengan rincian turun di Stasiun Pasar Senen 17.000 penumpang, Stasiun Gambir 15,500 penumpang, Bekasi 6.600 penumpang dan sisanya turun di beberapa stasiun Jakarta. Puncak arus balik lebaran 2024 sendiri diprediksi pada tanggal 13, 14, dan 15 April 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Libur Idul Adha, Puncak Arus Balik Penumpang Kereta Daop 1 Jakarta Hari Ini Capai 38.709 Orang

Penumpang kereta arus balik ini turun di sejumlah stasiun Daop I Jakarta, di antaranya Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.