Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tantangan Pengrajin Alat Musik Tradisional Indonesia di Era Digital

image-gnews
Ilustrasi Musik Tradisional Jawa Barat. shutterstock.com
Ilustrasi Musik Tradisional Jawa Barat. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Musik tradisional belakangan ini menghadapi banyak tantangan. Hal ini disebabkan para pemain dan produsen alat musik tradisional merupakan musisi non-industri di tengah gempuran era digital.

Padahal, jasa dan kepedulian para perajin pada seni budaya Indonesia tidak boleh dilupakan. Ciri dan latar sejarah budaya alat musik tradisional sendiri layak untuk disuguhkan sebagai informasi yang dapat membangun kesadaran generasi muda untuk semakin mempopulerkannya.

Tantangan Perajin Alat Musik Tradisional

Sebagai perwakilan perajin alat musik tradisional, Khaerul mengatakan tantangan yang sedang dihadapi oleh para pembuat alat musik khas Tanah Air saat ini. Menurutnya, para perajin sulit mendapatkan bahan kayu untuk komposisi utama alat musik tradisional. "Terutama bahan kayunya agak sulit. Entah kenapa di lapangan itu sulit sekali mendapatkan kayu,” ujar Khaerul dalam konferensi pers perilisan laman AMI ETHNIC di Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu, 11 Oktober 2023.

Secara spesifik, para perajin kesulitan untuk mendapat bahan baku kayu maple dalam proses pengerjaan alat musik tradisional. “Bagi saya pribadi, kayu maple di Indonesia itu cukup familiar. Tapi kenapa selama kurang lebih 3 tahun saya tidak bisa mendapatkan maple?” ujar Khaerul menjelaskan tantangan para perajin alat musik tradisional di Indonesia. 

Tantangan tersebut akhirnya semakin menyulitkan para perajin alat musik tradisional untuk mengerjakan pesanan dengan permintaan kayu atau bahan dasar lain tertentu. Kesulitan bahan dasar ini tapi tidak membuat mereka berhenti berkarya dan melestarikan musik tradisional Indonesia. 

AMI ETHNIC Jadi Wadah Musisi dan Perajin Alat Musik Tradisional

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kesulitan dan tantangan ini harapannya dapat diatasi oleh AMI ETHNIC, laman yang menjadi wadah bagi para musisi dan perajin alat musik tradisional untuk mengembangkan usahanya. Tidak hanya menyalurkan dan membantu penjualan alat musik tradisional di Indonesia saja, tetapi juga dirancang untuk pasar ekspor yang lebih luas agar makin meningkatkan UMKM khas Indonesia.

Dengan diluncurkannya AMI ETHNIC yang digagas oleh YAMI dan mendapat dukungan dari Kemendikbudristek ini, Khaerul mengucapkan terima kasih atas wadah ini bagi para musisi dan pengrajin alat musik tradisional. “Saya mengucapkan terima kasih pada AMI dan Kemendikbudristek. Saat ini belum ada wadah besarnya untuk tradisi ini. Selama ini hanya komunitas saja. Jadi sangat terbantu sekali oleh adanya AMI ETHNIC ini," kata Khaerul.

Pilihan Editor: Mengenal Kalimba, si Piano Jempol Alat Musik dari Afrika Selatan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Rekomendasi Museum di Bandung untuk Dikunjungi Anak saat Libur Sekolah

16 hari lalu

Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Nita Dian
5 Rekomendasi Museum di Bandung untuk Dikunjungi Anak saat Libur Sekolah

Membawa anak mengunjungi museum saat libur sekolah bisa jadi pilihan yang bijak


68 Musisi Internasional Meriahkan Rainforest World Music Festival 2024, Ambil Tema Evolusi

19 hari lalu

Pintu masuk ke Rainforest Music World Festival 2024 Sarawak Malaysia. TEMPO/ JONIANSYAH HARDJONO
68 Musisi Internasional Meriahkan Rainforest World Music Festival 2024, Ambil Tema Evolusi

Rainforest World Music Festival menyajikan beragam genre musik tradisional dari seluruh dunia, dengan fokus pada keanekaragaman budaya dan alam.


Tim Muhibah Angklung Bandung Siapkan Konser di 5 Negara Arab dan Afrika

40 hari lalu

Tim Muhibah Angklung berkolaborasi dengan wayang golek dalam konser Pre-Journey Concert 2024 The World Is Ours di Mayang Sunda, Bandung, Jawa Barat, 9 Juni 2024. Tim Muhibah Angklung akan melakukan konser misi budaya ke Maroko, Portugal, Sapnyol, Uni Emirat Arab, dan Saudi Arabia pada bulan Juli nanti. TEMPO/Prima Mulia
Tim Muhibah Angklung Bandung Siapkan Konser di 5 Negara Arab dan Afrika

Tim Muhibah Angklung menyiapkan pertunjukan yang akan digelar di lima negara Arab dan Afrika pada Juli hingga Agustus 2024.


Kemendikbud Gelar Lokovasia, 81 Peserta Siap Berkolaborasi Hasilkan Inovasi Musik Tradisi di Bali

11 November 2023

Para peserta Program Lokovasia bersiap berangkat ke Bali untuk Elaborasi dan Ekshibisi di Bali yang akan dilaksanakan 12-19 November 2023. Foto diambil di Kampus ISI Surakarta, Sabtu, 11 November 2023. TEMPO/Septhia Ryanthie
Kemendikbud Gelar Lokovasia, 81 Peserta Siap Berkolaborasi Hasilkan Inovasi Musik Tradisi di Bali

Lokovasia akan dilaksanakan mulai 12 November 2023 hingga puncak acara konser yang diselenggarakan pada 18 dan 19 November mendatang.


Kenalkan Musik Tradisional, YAMI & Kemendikbudristek Rilis Laman AMI ETHNIC

11 Oktober 2023

Peluncuran laman AMI ETHNIC (Anugerah Musik Indonesia) oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) dan Kemendikbudristek di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Oktober 2023. TEMPO/Intan Setiawanty.
Kenalkan Musik Tradisional, YAMI & Kemendikbudristek Rilis Laman AMI ETHNIC

Laman AMI ETHNIC menjadi portal yang menghadirkan informasi berbagai hal tentang alat musik tradisional Indonesia.


Musikus NTB Padukan Musik Tradisional Sasak dengan Jazz di IMEX 2023 Bali

30 September 2023

Musikus NTB tampil di IMAX (Dok. BPPD NTB)
Musikus NTB Padukan Musik Tradisional Sasak dengan Jazz di IMEX 2023 Bali

Musikus kontemporer asal NTB menampilkan Sesengguk Sasak yang dipadukan dengan jazz.


Yura Yunita Bocorkan Kejutan di Pertunjukan Tutur Batin, Ada Duet Istimewa

7 Juni 2023

Penyanyi Yura Yunita memberikan keterangan pers menjelang konser tunggalnya di Jakarta, Selasa, 6 Juni 2023. Konser Yura Yunita bakal digelar di dua kota yaitu Surabaya pada 9 Juni dan di Jakarta pada 16 Juni mendatang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Yura Yunita Bocorkan Kejutan di Pertunjukan Tutur Batin, Ada Duet Istimewa

Jelang pertunjukan Tutur Batin yang akan digelar pekan ini, Yura Yunita memberi sejumlah bocoran kejutan yang bikin penasaran.


Mengenal Tradisi Musik Daul Sambut Lebaran dari Kabupaten Sampang Madura

24 April 2023

Tradisi mudik daul di Madura yang menyemarakkan Idul Fitri 1444 H. Foto: Melinda Kusuma Ningrum
Mengenal Tradisi Musik Daul Sambut Lebaran dari Kabupaten Sampang Madura

Tradisi musik daul biasa diselenggarakan pada malam terakhir bulan puasa dan saat lebaran ketupat di Kabupaten Sampang, Madura.


Mengenal Kalimba, si Piano Jempol Alat Musik dari Afrika Selatan

6 November 2022

Musisi tampil di jalanan kota Vilnius untuk merayakan peringatan Hari Musik Jalanan (Street Music Day), di Lituania, 18 Juli 2020. Xinhua/Alfredas Pliadis
Mengenal Kalimba, si Piano Jempol Alat Musik dari Afrika Selatan

Kalimba merupakan bentuk modern dari alat musik Mbira. Alat musik ini berasal dari Afrika Selatan yang dipopulerkan ke penjuru dunia oleh Hugh Tracey. Tracey adalah etnomusikolog asal Inggris yang banyak mempelajari dan mengarsipkan musik tradisional Afrika Selatan dan Afrika Tengah.


Mengenal Tan De Seng, Maestro Kecapi Sunda Berdarah Tionghoa

2 November 2022

Pemain kecapi jalanan penderita low vision, Enung Hermawati, membawakan tembang sunda di trotoar kawasan Alun-Alun Bandung, Jawa Barat, 3 Desember 2021. Para seniman dari kalangan akademisi mengapresiasi dedikasi Enung Hermawati yang sudah lebih dari 1 dekade bermain kecapi di trotoar jalanan dengan menggelar pertunjukan kolaborasi Suara Dari Sudut Kota di peringatan hari disabilitas internasional. TEMPO/Prima Mulia
Mengenal Tan De Seng, Maestro Kecapi Sunda Berdarah Tionghoa

Walaupun ia berdarah Tionghoa, tetapi Tan De Seng sangat mencintai kecapi dan kebudayaan Sunda akibat pengaruh lingkungannya.