Kakak Ipar Kalah Bertarung Lawan Covid-19, Andien Kesulitan Dapat Ambulans

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Andien memberikan keterangan dalam konfrensi pers penyelenggaraan Soulcial Fest di Hotel Aston Priority, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Andien akan berkolaborasi dengan Glenn Fredly dan Bimbo dalam konser Soulcial Fest 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Andien memberikan keterangan dalam konfrensi pers penyelenggaraan Soulcial Fest di Hotel Aston Priority, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Andien akan berkolaborasi dengan Glenn Fredly dan Bimbo dalam konser Soulcial Fest 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, JakartaPenyanyi Andien Aisyah baru saja kehilangan salah satu anggota keluarganya karena Covid-19. Kakak iparnya, Demi Arfatianto meninggal saat menjalani isolasi mandiri pada Senin, 5 Juli 2021.

    "Kakak iparku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang kalah bertarung saat isoman," tulis Andien di Instagram pada Minggu, 11 Juli 2021.

    Andien merasakan bagaimana kehilangan orang tercinta karena pandemi. Tidak hanya itu, Andien dan keluarga juga mengaku kesulitan mencari ambulans untuk kakak iparnya. Berkat bantuan dari temannya, ia berhasil mendapatkan ambulans. Saat ingin dimakamkan, jenazah kakak iparnya juga harus menunggu karena banyaknya jenazah yang harus dimakamkan.

    "Kami merasakan sulitnya mendapatkan ambulans. Pemakaman yang harus mengantri. Bahkan kalo liat Instagramnya @cyclonesia waktu di TPU Rorotan, kalian bisa lihat bagaimana excavator terus menggali dan bagaimana buru-burunya proses penguburan dilakukan," tulisnya.

    Meski demikian, Andien masih berasa beruntung karena memiliki kendaraan pribadi untuk bisa mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. "Itupun kami merasa cukup mudah karena kami punya kendaraan. Kami punya teman-teman yang bisa diandalkan. Meski maut tidak bisa ditawar," tulisnya.

    Dari video yang diabadikan di pemakaman, terlihat sejumlah ambulans berjajar. Proses pemakaman dilakukan dengan cepat karena antrean yang cukup panjang.

    Kejadian ini membuat Andien dan keluarga khawatir dengan masyarakat di luar sana yang tidak memiliki akses maupun mendapatkan bantuan sepertinya. "Selama kepanikan kami dalam mengurus almarhum selama isoman bahkan setelah berpulang, kami selalu kebayang dengan anggota masyarakat lain yang enggak punya akses semudah kami. Akses terhadap makanan bergizi, akses terhadap suplemen dan obat yang dibutuhkan, akses terhadap ambulans, bahkan akses untuk pemakaman," tulisnya.

    Sang suami, Irfan Wahyudi mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga kesehatan. Ia hanya bisa mendoakan agar seluruh jasa dan kebaikan tenaga kesehatan dibalas oleh Tuhan. "Saya dan keluarga sangat salut dan banyak terimakasih kepada Garda Depan, dokter, suster, para pekerja di RS, driver ambulance, penggali makam, dan semua tenaga nakes yang lain," tulis Irfan di Instagram pada Rabu, 7 Juli 2021.

    Untuk itu, Andien bersama Kitabisa.com menggalang dana untuk membantu masyarakat dengan ekonomi lemah yang terdampak Covid-19. Selain itu, donasi juga akan disalurkan untuk fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan relawan. "Semoga langkah ini dapat membantu meringankan beban mereka yang sudah terlalu berat," tulisnya.

    #jagajarak #cucitangan #pakaimasker #diamdirumah

    Baca juga: Setelah 3 Pekan Dirawat Karena Covid-19, Andien Senang Ayahnya Boleh Pulang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.