Mengenang Ikon Film Bisu Charlie Chaplin, Lahir 16 April, 132 Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Charlie Chaplin di Borobudur (Youtube)

    Charlie Chaplin di Borobudur (Youtube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tepat hari ini, 16 April 1889, Charles Spancer Chaplin atau populer sebagai Charlie Chaplin lahir di Walworth, London, Britania Raya. Chaplin lahir dari orang tua yang berprofesi sebagai penghibur dalam balai musik.

    Siapa yang tidak kenal dengan pria yang satu ini, tampil sebagai ikon era film bisu dengan menggunkan setelan tuksedo hitam, kumis hitam yang khas, topi pesulap, dan tongkat yang dibawa kemanpun. Chaplin merupakan salah satu seniman yang bergelut dalam film bisu dan hanya menampilkan gerakannya saja. Selain itu, ia juga dikenal sebagai, komposer, penulis, sutradara, dan produser.

    Karir profesional Chaplin dimulai ketika bergabung Eight Lancashire Lads, sebuah pertunjukkan tari bakiak pada 1897. Ketika menapaki karir profesionalnya di usia yang masih cukup muda, hal ini dilakukan Chaplin mengingat kondisi kehidupan yang cukup sulit. Walaupun kedua orang tuanya hidup di panggung hiburan, hal itu hanya terjadi dalam waktu sekejap saja ketika ayahnya meninggal sebelum Chaplin menginjak usia 10 tahun dan kondisi ibunya yang sakit-sakitan.

    Ketenaran Chaplin dimulai pada 1915 setelah perannya dalam film The Tramp. Di film ini pula Chaplin terkenal dengan setelan tuksedo, kumis, dan tongkatnya. Dalam film ini pula Chaplin mulai menggunakan gerakan pantomim dan gerakan nyentrik untuk menjadi ikon baru dalam film bisu.

    Karir Chaplin mulai menanjak perlahan ketika memeranin berbagai karakter di film bisu tersebut, salah satunya karakter ia sebagai gelandangan kocak. Adapun film-film tersebut seperti, The Floorwalker, The Fireman, The Vagabond, One A.M, The Count, The Pawnshop, The Rink, dan The Immigrant.

    Begitu banyak film yang telah ia bintangi, membuat Chaplin hidup bergelimang harta. Dengan uang yang berlimpah, ia membuat studio film di La Brea Avenur, Hollywood. Studio ini digunakannya sebagai alat berkesenian dan membuat genre film baru yang disebutnya musik visual.

    Dari studio ini banyak karya-karya yang dihasilkannya seperti The Circus (1928), yang mengisahkan seorang gelandangan bergabung dalam pertunjukan sirkus. Kemudian City Light (1931), dimana Chaplin yang berperan sebagai gelandangan jatuh cinta dengan gadis tuna netra dan berkawan dengan jutawan pemabuk. Selain itu masih ada film Modern Times (1936), The Great Dictator (1940), dan Monsieur Verdoux (1947).

    Pada 1952, Charlie Chaplin tidak bisa masuk ke Amerika Serikat setelah FBI menuduhnya tergabung dalam Partai Komunis Amerika Serikat (CPUSA). Selain itu ia juga dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap wanita di bawah umur. Hal in yang membuatnya menghabiskan masa tuanya di Swiss hingga meninggal pada 25 Desember 1977. Ikon legendaris film ini tutup usia pada 88 tahun.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca: Tak hanya Garut, Charlie Chaplin Pun Pernah SInggah di 2 Kota Ini



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.