Sadar Telah Menyakiti Hati, Lesty Kejora Meminta Maaf kepada Siti Badriah

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lesti Kejora  menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang masuk 10 besar pemilihan yang diadakan oleh klinik operasi plastik berbasis Los Angeles. Instagram/@lestykejora

    Lesti Kejora menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang masuk 10 besar pemilihan yang diadakan oleh klinik operasi plastik berbasis Los Angeles. Instagram/@lestykejora

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dangdut, Lesty Kejora akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Siti Badriah, setelah konten candanya dengan Boy William telah menyakiti penyanyi lagu hits, Lagi Syantik ini. Ungkapan permintaan maaf ini ia sampaikan melalui unggahan tulisan di Instagram Storynya, Senin menjelang pergantian hari, 12 April 2021. 

    "Hari ini, Dede mau menyampaikan permintaan maaf Dede yang sebesar-besarnya kepada Teteh Siti Badriah dan semua orang yang menyayanginya, karena konten Dede dengan Kak Boy sudah menyinggung dan menyakiti hati," tulisnya mengawali permohonan maaf itu. 

    Kekasih Rizky Billar ini menuturkan, ia merasa menyesal telah menyakiti hati Siti Badriah. "Dede memohon maaf dari hati yang paling dalam, bahwa sesungguhnya Dede tidak pernah ada maksud untuk tidak menghargai rekan seprofesi Dede, apalagi Dede juga mengenal baik Teteh Siti secara personal," tulisnya. 

    Siti Badriah dan Krisjiana Baharudin. Instagram

    Pada konten bermain lima menit yang ditayangkan di kanal Youtubenya pada 15 Februari 2021, Boy William meminta Lesty mengurutkan lima penyanyi dangdut dari yang bersuara paling indah hingga paling jelek. Lesty menyebut Ayu Ting Ting, Via Vallen, Nella Kharisma, Cita Citata, dan paling ujung adalah Siti Badriah. 

    Rupanya, konten canda hampir dua bulan lalu itu baru diketahui Siti Badriah dan suaminya, Krisjiana Baharuddin. Siti, yang tercatat sebagai satu-satunya penyanyi dan musisi Indonesia dengan video musik ditonton paling banyak mencapai 637 juta kali penayangan sejak ditayangkan tiga tahun lalu lewat lagu Lagi Syantik ini mengaku sakit hati.

    Sibad, nama sapaan akrab Siti Badriah pun mengungkapkan kekecewaannya di media sosial, meskipun dengan gaya bercanda. Alih-alih mendapatkan simpati, semakin ia mengungkapkan kekesalannya, ia kian dibully oleh penggemar Lesty Kejora dan menyebutnya baper.

    Boy William dalam kontennya yang menghadirkan Lesty Kejora, 15 Februari 2021. Foto: Youtube Boy William.

    Tak terima istrinya mengalami perundungan di media sosial, Krisjiana bersuara membela Sibad. "Setelah ada kata baper, orang lupa untuk menghargai perasaan orang lain. Istri saya masih sama-sama manusia yang masih hidup. Kedudukan apapun, profesi apapun, sebesar apapun. Manusia hidup yang dicubit pasti masih akan ngerasa sakit selama daging dan tulang masih menempel," tulis selebgram dan aktor itu, kemarin. 

    Tak hanya Krisjiana, Sibad mendapatkan dukungan dari Lucinta Luna, selebgram Helen Junet, dan dokter kecantikan yang juga selebgram, Reza Gladys, sahabat Siti Badriah dan Krisjiana. Uniknya, Reza juga merupakan dokter langganan Lesty. 

    Boy William sendiri, tak lama setelah videonya telah melukai hati Sibad, telah meminta maaf kepada Siti Badriah dan suaminya. "Gue sebagai nahkoda konten tersebut ingin minta maaf untuk pihak-pihak yang merasa kurang nyaman atas pernyataan yang ada di kontent tersebut," tulisnya di Instagram Story, kemarin.

    Adapun Lesty Kejora yang baru tiga jam menuliskan permintaan maaf, peristiwa ini membuatnya jera. "Semoga ini bisa menjadi pelajaran yang Dede bisa ambil hikmahnya ke depan. Sekali lagi Dede minta maaf kepada Teteh Siti Badriah, keluarga, dan semua fans yang menyayangi Teteh Siti Badriah," tulisnya.

    Baca juga: Disebut Lesty Kejora Suaranya Paling Jelek, Ini Tanggapan Siti Badriah dan Suami


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.