Disutradarai Tora Sudiro, Ghost Buser Hadirkan Aksi Kocak Indigo Pengusir Hantu

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film Ghost Buser yang tayang di Disney+ Hotstar mulai Jumat, 9 April 2021. (Dok. Disney+ Hotstar)

    Poster film Ghost Buser yang tayang di Disney+ Hotstar mulai Jumat, 9 April 2021. (Dok. Disney+ Hotstar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tora Sudiro menjadi sutradara sekaligus pemain di film komedi horor terbarunya berjudul Ghost Buser. Film besutan Lingkar Pictures dan MD Pictures ini akan tayang premier secara eksklusif di Disney+ Hotstar mulai Jumat, 9 April 2021.

    Film yang diproduseri oleh dua sineas kenamaan Indonesia, Manoj Punjabi dan Girry Pratama mengangkat kisah sekelompok anak indigo yang bisa berkomunikasi dengan makhluk halus dan berupaya mengusir para hantu yang mengganggu kehidupan manusia. Film komedi horor ini menghadirkan Tora Sudiro, Gary Iskak, Wulan Guritno, Annette Edoarda, Niniek L. Karim, Egi Fedly, TJ, Opi Bachtiar, Pasha Van Krab, Sayudi Ucul, dan Zora Vidyanata.

    ”Penonton akan diajak untuk ikut dalam perjalanan yang menguji adrenalin sekaligus mengundang gelak tawa dengan tingkah laku anggota Ghost Buser yang jenaka. Para penggemar genre horor-komedi dapat melihat bagaimana kehidupan seorang anak Indigo yang bisa berkomunikasi dengan makhluk halus," kata Tora Sudiro dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Kamis, 8 April 2021.

    Baca juga: Gambar-gambar Film Hello Ghost Dibintangi Indra Warkop - Tora Sudiro Dirilis

    Ghost Buser merupakan kelompok pengusir hantu yang dipimpin oleh Sigit (Tora Sudiro), seorang fotografer yang sejak kecil dapat melihat makhluk halus alias hantu. Awalnya Sigit hanya bisa melihat hantu tanpa bisa berkomunikasi dengan mereka. Namun pada suatu ketika, Sigit menyaksikan kejadian tabrak lari di mana seorang perempuan, Ningsih (Annette Edoarda) menjadi korban. Sejak saat itu, Sigit dapat berkomunikasi dengan Ningsih dan makhluk halus lainnya.

    Cuplikan film Ghost Buser yang bintangi Tora Sudiro, Wulan Guritno, dan Gary Iskak. (Dok. Disney+ Hotstar)

    Sigit kemudian mempunyai ide untuk membentuk Pengusir Setan bersama teman-teman kuliahnya, Genjing (Gary Iskak) dan Alexandra (Wulan Guritno) yang memiliki hobi seputar hal-hal supranatural dan bisa melihat hantu. Keduanya kebetulan sedang hidup pas-pasan di mana Genjing menjadi seorang pegawai di sebuah salon sedangkan Alex menjadi seorang montir di sebuah bengkel.

    Baca juga: Jadi Sopir Taksi, Tora Sudiro Sembunyikan Tato di Tubuhnya

    Sigit menceritakan idenya kepada Ningsih untuk mencari uang dengan menjadi Pengusir Setan bersama Genjing dan Alex dengan bantuan Ningsih. Ningsih akhirnya bersedia membantu Sigit menjadi Pengusir Setan dengan syarat Sigit harus membantunya untuk mencari pelaku tabrak lari yang menabraknya hingga tewas. Sebagai imbalan, Sigit meminta Ningsih untuk melakukan promosi mengenai Ghost Buser.

    Selain dibantu oleh Ningsih, Buser atau buru sergap hantu ini juga dibantu oleh dua sosok hantu jenaka lainnya yakni Toto (Opi Bachtiar), dan Mekel (Pasha Van Krab). Ningsih, Toto, dan Mekel ikut membantu Sigit untuk menemukan tempat-tempat yang berisikan makhluk halus yang senang mengganggu manusia. Sigit, Genjing dan Alex pun memulai petualangan mereka menjadi Pengusir Setan dengan dibantu Ningsih dan Toto. Tidak lupa, para Ghost Buser pun mulai melakukan promosi di mana-mana. Mereka kerap dipanggil untuk mengusir hantu di rumah, toko, kantor sampai sebuah sanggar tari.

    Tidak hanya sebagai hiburan, film Ghost Buser juga punya pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. "Kami juga ingin menyampaikan bahwa tidak semua makhluk halus memiliki niat untuk mengganggu manusia, namun justru bisa hidup berdampingan dan saling membantu satu sama lainnya. Saya harap film persembahan kami ini dapat dinikmati oleh Anda dan keluarga Anda," kata Tora Sudiro.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.