Kehilangan Semua Teman di Grupnya, Ifan Seventeen Sempat Benci Bermusik

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ifan Seventeen (instagram @ifanseventeen)

    Ifan Seventeen (instagram @ifanseventeen)

    TEMPO.CO, Jakarta - Riefian Fajarsyah atau populer dengan nama Ifan Seventeen mengungkapkan hal terberat dalam hidupnya. Pria yang dikenal sejak menjadi vokalis grup band Seventeen ini mengatakan pernah membenci dunia musik.

    "Aku pernah berada di titik terendah di hidupku. Di mana salah satu hal yang paling kusuka, menjadi hal yang teramat kubenci, musik," tulis Ifan di Instagramnya pada Sabtu, 21 November 2020.

    Ifan yang ditinggal untuk selama-lamanya oleh teman-temannya di Seventeen itu berusaha untuk menghindari suara musik. "Analoginya kira-kira seperti berlari menghindari hujan, seperti itulah aku menghindari semua musik yang terdengar, di mana pada akhirnya aku akan basah jua," tulis Ifan.

    Vokalis band Seventeen, Ifan (kiri) memberikan sambutan sebelum pemberangkatan jenazah istrinya, Dylan Sahara di rumah duka, di Kelurahan Kepatihan, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa, 25 Desember 2018. Jenazah Dylan baru ditemukan setelah hilang selama dua hari akibat digulung gelombang tsunami. ANTARA

    Tapi setelah dipikirkan lebih jauh lagi, pandangan Ifan terhadap musik menjadi berubah. Ifan menyadari kalau musik juga bisa mengobati kesedihannya. "Namun ternyata yang kupikir akan menyakitiku paling besar, adalah penyembuh semua lukaku, musik!" tulis Ifan.

    Kini, pria 37 tahun sedang mempersiapkan perilisan single terbarunya. Ifan sering meng-update perkembangan single terbarunya itu melalui unggahan di Instagramnya. "Kemarin aku baru saja suting vid clip yang tadinya akan aku peruntukkan untuk Seventeen band. Kini dengan tetap membawa saudara-saudaraku, project ini akan menjadi projectnya IFAN SEVENTEEN, bismillah," tulisnya pada Rabu, 18 November 2020.

    Selain itu, Ifan juga mengabarkan kalau film Kemarin yang sempat tertunda penayangannya akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis, 3 Desember 2020. Film dokumenter drama ini mengisahkan perjalanan awal Seventeen hingga musibah tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 merenggut nyawa tiga personelnya yakni M. Awal Purbani (Bani - bassis), Herman Sikumbang (Herman - gitaris), Windu Andi Darmawan (Andi - drummer) serta Oki Wijaya (road manager), Ujang (kru) dan Dylan Sahara, istri Ifan Seventeen. 

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.