Ekonomi Sulit, Kang Emil Ajak Warga Menengah Atas Jadi Pahlawan dengan Belanja

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah Covid-19 berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Salah satu yang hal yang paling parah terdampak adalah ekonomi. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil menampilkan gambar sederhana tentang apa saja yang membuat ekonomi menjadi sulit.

    Ekonomi sulit adalah akibat dari perdagangan yang turun. Perdagangan yang mengalami kemunduran karena banyak sekali usaha kecil dan menengah (UKM) yang akhirnya tutup. "Mari belanja, belanja, belanja," tulisnya pada 23 Oktober 2020.

    Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, menuliskan bahwa dalam ekonomi sulit ini perdagangan turun drastis dan UKM banyak yang tutup dan PHK. "Hanya Anda lah kelas menengah atas yang akan menjadi pahlawan dengan menggerakkan ekonomi saat ini yang minus," katanya.

    Ia menyarankan agar masyarakat kelas menengah atas untuk nanti saja menabungnya. "Niat perbanyak belanja sambil menolong, tapi bukan untuk hidup boros atau berlebihan. Utamakan belanja di UKM dan warung kecil," katanya.

    Ia pun mengajak masyarakat kelas menengah atas ini untuk menjadi pahlawan. "Dengan rajin belanja. Ibu-ibu siaap?" katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.