Wave of Cinema, Surat Cinta untuk Glenn Fredly

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Glenn Fredly menyapa penggemarnya dalam konser tunggal bertajuk Menanti Arah di Istora Senayan, Jakarta, 17 Oktober 2015. Konser Menanti Arah di meriahkan dengan tata panggung yang bisa berputar 360 derajat. TEMPO/Nurdiansah

    Glenn Fredly menyapa penggemarnya dalam konser tunggal bertajuk Menanti Arah di Istora Senayan, Jakarta, 17 Oktober 2015. Konser Menanti Arah di meriahkan dengan tata panggung yang bisa berputar 360 derajat. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelaran konser musik virtual Wave of Cinema tiba pada puncaknya. Yakni pekan keempat yang bertema Surat dari Timur. Tema ini dikhususkan untuk mengenang sosok dan karya musikus asal Ambon, mendiang Glenn Fredly.

    Banyak komentar yang menuturkan kesan terhadap karya Glenn yang kerap mewarnai kisah-kisah hidup mereka. Tak sedikit mengungkap kerinduan mereka pada musikus multitalenta tersebut. "Ketika sosoknya masih ada (lagunya) oh sebuah karya. Kalau sekarang jadi kaya warisan. Harta yang harus dijaga," tutur Shafira Umm yang menjadi pemandu acara yang berlangsung pada Jumat 9 Oktober 2020.

    Melihat banyak komentar penonton yang mengaku sedih mengingat kepergian sosok Glenn, Shafira menuturkan kalau tujuan konser ini bukan untuk bersedih hati. "Bung meninggal setelah semua yang ia cita-citakan selesai," tutur sutradara Angga Dwimas Sasongko lewat cuplikan video.

    Sepanjang kariernya Glenn bisa dianggap sebagai seniman yang lengkap. Ia berkesenian lewat banyak medium tak hanya musik karena ia pun merambah dunia sinema. Nama Glenn memang berkibar lewat lagu-lagu cintanya yang romantis. Namun pria kelahiran 30 September 1975 itu juga pernah membintangi sejumlah film. Ia duduk menjadi produser film dan produksi album sejumlah penyanyi salah satunya, Yura Yunita (2014). Sejak 2011, Glenn bersama Sandy Sandhoro dan Tompi membentuk kelompok Trio Lestari. 

    Sederet musikus dalam konser Wave of Cinema malam ini membawakan lagu ciptaannya dan juga lagu yang gubahan musikus lain yang sempat dibawakan Glenn. Misalnya Jejak Langkah yang diciptakan bersama Tohpati. Pada konser ini lagu tersebut dibawakan Rahmania Astrini. Turut hadir juga, Andien, Marcello Tahitoe, Maliq & D'essentials, gamaliél, Cantika Abigail, Molukka HipHop Community, dan Ivan Nestorman, merayakan karya-karya pria yang kerap dipanggil 'Bung atau Kakak Glenn ini.

    Wave of Cinema merupakan sajian konser virtual yang menggabungkan sensasi pertunjukan musik, film dalam format bercerita yang dikemas secara hybrid. Gabungan siaran langsung dan rekam terlebih dulu. Secara total konser yang sudah berlangsung empat kali setiap Jumat malam sejak tiga pekan lalu ini melibatkan 30 musisi yang tampil dalam konser tersebut, di antaranya Maliq & D’Essentials, Isyana Sarasvati, Padi Reborn, Andien, Ardhito Pramono, Kunto Aji, Gamaliel, Efek Rumah Kaca, Hindia, Ananda Badudu, hingga Nadin Amizah. Para musisi ini juga akan menyanyikan soundtrack dari lima film karya Visinema Pictures seperti Filosofi Kopi pada 18 September, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini pada 25 September, Generasi 90an: Melankolia pada 2 Oktober, dan Surat dari Timur, gabungan Surat dari Praha dan Cahaya dari Timur yang digelar malam ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Kasus Rangga, Bocah Yang Cegah Ibu Diperkosa

    Pada Kamis, 15 Oktober 2020, tagar #selamatjalanrangga trending di Facebook dan Twitter.