Penggemar Harry Potter Hapus Tautan ke Situs JK Rowling

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JK Rowling. REUTERS

    JK Rowling. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua situs terbesar penggemar Harry Potter yakni The Leaky Cauldron dan Mugglenet menghapus tautan (link) ke situs pribadi pengarang serial novel penyihir tersebut, JK Rowling. Bukan hanya menghapus link, dua situs itu juga menyatakan setop menggunakan foto-foto JK Rowling atau menuliskan pencapaian-pencapaian dia yang tak terkait dengan Dunia Sihir.

    Dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip Reuters, Sabtu, 4 Juli 2020, kedua situs mengatakan alasan mereka melakukan itu adalah pandangan Rowling atas "kaum termarjinalkan melenceng dari pesan penerimaan dan penguatan yang mereka baca di buku Harry Potter dan yang dijunjung oleh komunitas Harry Potter."

    Seperti diketahui, pada Juni lalau, Rowling membuat esai panjang yang memaparkan penelitian dan keyakinannya tentang masalah-masalah transgender. Ia juga memberikan contoh-contoh dan menganggap tuntutan para aktivis transgender berbahaya bagi perempuan. Esai itu banyak dikritik oleh kelompok advokasi LGBTQ sebagai memecah belah dan fobia transgender.JK Rowling. ap

    Dua situs penggemar, yang sama-sama memiliki lebih dari satu juta pengikut Facebook, mengatakan mereka merasa sulit untuk berbicara menentang JK Rowling karena mereka telah mengagumi karyanya begitu lama. Namun mereka mengatakan "akan salah jika tidak menggunakan platform kami untuk menangkal bahaya. dia telah menyebabkan."

    Baca: Ini Alasan JK Rowling Membeli Rumah Masa Kecilnya

    "Meskipun kita tidak memaafkan penganiayaan yang diterima JKR (Rowling) karena menyiarkan pendapatnya tentang orang-orang transgender, kita harus menolak kepercayaannya," kata mereka.  Perwakilan JK Rowling menolak untuk mengomentari pernyataan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.