Ibunda Presiden Jokowi Wafat, Maia Estianty Kirim Duka Cita

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi sarapan bersama Ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo sebelum berangkat ke kediaman Megawati Soekarno Putri, di

    Jokowi sarapan bersama Ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo sebelum berangkat ke kediaman Megawati Soekarno Putri, di "Rumah Saya" , saat masih menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, di Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2012. Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan adanya informasi tersebut. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, JakartaMaia Estianty termasuk salah satu pesohor yang turut mengungkapkan kesedihannya begitu mendengar ibunda Presiden Jokowi meninggal. Ia mengunggah foto Sudjiatmi Notomihardjo, ibunda presiden yang meninggal pada Rabu petang, 25 Maret 2020. 

    "Semoga jiwa almarhumah diampuni dan diterima di sisi Allah SWT, diterangi jalan kuburnya, diterima semua amal ibadahnya, dan dikumpulkan bersama orang-orang sholehah dan Rasulullah di Surga. Amin. Al Fatihah," tulisnya memanjatkan doa melengkapi foto yang diunggah di akun Instagramnya, Rabu, 25 Maret 2020.

    Unggahan serupa dilakukan Raffi Ahmad. Suami Nagita Slavina ini hanya menuliskan keterangan singkat pada foto Sudjiatmi yang diunggahnya. "Turut berduka Pak @jokowi." 

    Sebelumnya, para selebritas juga sudah mengungkapkan kesedihannya kepada Jokowi. Mona Ratuliu langsung mengunggah foto tangkapan layar berita di Tempo.co tak lama setelah kabar meninggalnya ibunda presiden itu. 

    jokoPresiden Jokowi (tengah) didampingi putra sulung presiden, Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan) beserta keluarga memberikan keterangan pers di rumah duka, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 25 Maret 2020. Jenazah Ibu Sudjiatmi Notomihardjo rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, pada pukul 13.00 WIB. ANTARA/Maulana Surya

    "Ya Allah Pak. Innalillahi wa innailaihi raji'un. Situasi ini pasti gak mudah bagi seorang presiden seperti Bapak," tulisnya. Saat ini, Jokowi dihadapkan dengan wabah Corona yang juga dirasakan Indonesia. Selain Mona, juga ada Tompi yang mengungkapkan duka citanya melalui akun Twitternya. 

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun mengunggah foto Sudjiatmi Notomihardjo di akun Instagramnya sebagai ungkapan belasungkawa atas berpulangnya ibunda Presiden Jokowi itu pada Rabu. 25 Maret 2020. Pada foto yang diunggah itu, ia mengungkapkan seluruh keluarga besar TNI berduka atas wafatnya ibunda Presiden.  

    "Saya, atas nama pribadi dan keluarga besar prajurit TNI, turut merasakan duka cita mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah, Ibu Sujiatmi Notomiharjo (Ibunda Bapak Presiden RI Joko Widodo)," tulisnya pada keterangan foto yang diunggahnya pada Rabu, 25 Maret 2020.

    Hadi tak bisa pergi ke Solo, lantaran Presiden Jokowi hanya meminta dua menteri yang mendampinginya yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Situasi pandemi Corona membuatnya mengeluarkan imbauan untuk melakukan social distancing dan mengurangi kerumunan.  

    Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengungkapkan duka citanya kepada Presiden Jokowi yang kehilangan ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo pada Rabu, 25 Maret 2020. Melalui akun Instagramnya, Ketua Palang Merah Indonesia ini mengunggah foto ibunda Presiden Jokowi dengan tulisan duka cita. 

    "Turut berduka cita dan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya ibunda dari bapak Presiden Jokowi. Semoga Allah SWT menempatkan almarhumah di tempat yang terbaik," tulisnya pada gambar itu. 

    JK menuliskan, Sudjiatmi adalah seorang ibu yang salehah dan selalu mengasuh dan mendidik anak dan keluarganya dengan penuh kasih sayang," tulisnya seraya menambahkan namanya M. Jusuf Kalla.

    Ia hanya menuliskan keterangan pada unggahan foto itu dengan kalimat singkat. "Ucapan belasungkawa."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).