Ungu Keluarkan Album "Aku dan Tuhanku"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band Ungufoto: TEMPO/Yoseph Arkian

    Band Ungufoto: TEMPO/Yoseph Arkian

    TEMPO Interaktif, Jakarta:  Setelah sukses dengan gebrakan album mini bersuasana religi berjudul SurgaMu pada tahun lalu, grup band Ungu kembali mempersembahkan album ketiga berjenis serupa yang diberi judul Aku dan Tuhanku.

    Album yang tetap berada di bawah bendera Trinity Optima Production ini berisi lima lagu terbaru dengan menjagokan hit berjudul Dengan NafasMu sebagai lagu unggulan.

    Selain memunculkan versi lagu asli, album ini menyajikan versi karaokenya. Lagu Dengan NafasMu berkarakter riang dan ceria, mengajak manusia untuk tidak melanggar larangan Tuhan. Lagu ini juga terpilih menjadi soundtrack sinetron Para Pencari Tuhan season kedua (besutan Dedi Mizwar), yang akan disiarkan SCTV.

    Di album yang sengaja dikeluarkan untuk menyambut bulan Ramadan 1429 Hijriah ini, ada sebuah lagu karya Oncy yang kental dengan sentuhan ornamen rock. Dalam lagu berjudul CahayaMu ini, Oncy menuangkan segenap kreativitasnya. "Sampai-sampai Oncy nggak sadar mungkin kalau permainannya sudah mirip aransemen musiknya Black Sabbath," ujar Makki, pemetik bas Ungu.

    Pada lagu ini juga terdengar string sayatan biola Henry Lamiri yang diaransemen oleh Iwan Hassan. "Jadi, meski ngerock, tetap ada harmonisasi kelembutan lewat orkestra," ujar Oncy.

    Vokalis Ungu, Pasha, menjamin album ini berbeda dari yang lain. Sementara tahun lalu album mini religi Ungu bertema “melo” dan berciri Melayu yang banyak memasukkan unsur marawis, salawat, dan talbiyah, kali ini jelas beda. "Lebih kental unsur rocknya," ujar Pasha. Dengan penampilan beda, Ungu ingin menghadirkan sebuah ciri musik religi ala Indonesia.

    Aguslia Hidayah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.