Palem Emas Kembali ke Prancis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, : Palu sudah diketuk, Prancis kembali membawa pulang piala Palem Emas. Film Entre les Murs (The Class) karya sutradara dari negara itu, Laurent Cantet, menjadi film terbaik Festival Film Cannes pada 14-25 Mei. Pada 1987, Prancis juga membawa pulang Palem Emas untuk film Sous les Soeil de Satan (Di Bawah Matahari Setan) karya sutradara Maurice Pialat. Entre les Murs mengisahkan kesulitan hidup seorang guru di sekolah di Kota Paris, dengan penduduk beragam latar belakang budaya. Skenario film ini digarap Laurent Cantet berdasarkan novel kisah nyata yang ditulis sang guru, Franois Begaudeau. Di sini, Begaudeau ikut bermain memerankan dirinya sendiri. Film berdurasi 128 menit ini mendapatkan sambutan hangat dari kalangan kritikus film yang hadir dalam festival itu. Ternyata hati dewan juri yang berjumlah sembilan orang dari beragam latar belakang bidang seni-budaya itu ikut tertambat. Menurut presiden juri, aktor sekaligus sutradara Sean Penn, kemenangan Entre les Murs adalah kemenangan mutlak. Tidak seorang pun juri yang tak sepakat. Hanya ada dua penghargaan pada tahun ini yang dihasilkan lewat keputusan bulat. Satunya lagi adalah gelar aktor terbaik untuk Benicio del Toro yang bermain gemilang memerankan tokoh Ernesto Che Guevara di film Che karya sutradara Steven Soderbergh. Sebagian kritikus menilai kekuatan Entre les Murs pada keberhasilannya menampilkan suasana yang begitu hidup. Ia menghadirkan berbagai masalah dan tantangan, tapi sekaligus peluang bagi seorang guru dan para muridnya yang datang dari latar belakang budaya beragam. Film ini adalah gambaran nyata Paris--dan juga Prancis secara umum.Tak banyak suara yang menyatakan keberatan terhadap kemenangan film ini. Itu berbeda dengan kemenangan film Sous Les Soeil de Satan pada 1987 yang kontroversial. Waktu itu, banyak pihak menilai film tersebut tidak terlalu istimewa. Masih ada beberapa film lain kala itu yang dianggap patut diganjar hadiah tertinggi FFC. Film Prancis lain yang mendapat sambutan hangat di festival ini adalah Christmas Tale karya Arnaud Desplechin. Chaterine Deneuve, yang bermain di film itu, dianugerahi penghargaan khusus FFC ke-61 untuk kategori aktris terbaik. Penghargaan khusus ini juga diberikan kepada Clint Eastwood sebagai sutradara untuk film Changeling.Peraih penghargaan urutan kedua adalah film Gomorra dari Italia. Film ini mengisahkan sepak terjang sebuah kelompok mafia di sebuah kawasan permukiman di Italia. Film digarap dari kisah nyata oleh sutradara Italia, Matteo Garrone. Film lain dari Italia yang meraih penghargaan adalah Il Divo karya sutradara Paolo Sorentino. Film yang bercerita tentang sosok mantan Perdana Menteri Italia Giulio Andreotti ini meraih Piala Juri. Penghargaan kategori sutradara terbaik jatuh kepada Nuri Bilge Ceylan dari Turki lewat film Three Monkeys. Penghargaan untuk skenario jatuh kepada sutradara kakak-adik dari Belgia, Jean-Pierre Dardanne dan Luc Dardanne, lewat film Lorna's Silence. Sedangkan peraih penghargaan Kamera Emas (untuk film karya pertama seorang sutradara) jatuh ke film Hunger karya Steve McQueen (Inggris). Film Israel, Waltz with Bashir (disutradarai Ari Folman), yang disebut-sebut berpeluang besar merebut Palem Emas, pulang dengan tangan hampa. Tadinya, film ini disebut-sebut terutama karena tema antikekerasan terhadap pengungsi Palestina di kamp Sabra dan Sathila pada 1982 dan juga penggunaan animasi yang dipilih sutradaranya.Saat jumpa pers pertanggungjawaban dewan juri, Sean Penn sempat ditanya mengenai nasib tragis film Waltz with Bashir ini. "Beberapa orang, termasuk saya, sepakat film ini layak diganjar penghargaan. Namun, ada kalanya kita merasa sebuah film sudah memuaskan tapi kemudian muncul film lain yang memprovokasi kita dengan cara berbeda," ujar presiden juri FFC ke-61 itu. l ARYA GUNAWAN | DARI CANNES

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?