Selasa, 24 September 2019

Muhammadiyah dan NU Audisi Pemain Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy'ari

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri ke kanan) Sutradara Film Jejak Langkah 2 Ulma Sigit Ariansyah, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Solahuddin Wahid, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Sukriyanto AR di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu 24 Juli 2019. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    (kiri ke kanan) Sutradara Film Jejak Langkah 2 Ulma Sigit Ariansyah, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Solahuddin Wahid, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Sukriyanto AR di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu 24 Juli 2019. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama atau NU sedang mencari aktor dan aktris untuk bermain dalam film 'Jejak Langkah Dua Ulama'. Dua ulama yang diceritakan dalam film itu adalah pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan dan pendiri NU Hasyim Asy’ari.

    Tak seperti film-film layar lebar lainnya yang melibatkan aktor dan aktris terkenal, film tersebut mencari pemain dari kalangan pesantren. Film Jejak Langkah Dua Ulama ini dibuat oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Tebu Ireng.

    Baik Muhammadiyah maupun NU mengaudisi kader-kader mereka untuk bermain di film tersebut. "Kami tidak menggantungkan pada bintang film dan sutradara terkenal. Kami mengorbitkan penulis skenario, sutradara, pemain dari kader," kata Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah, Sukriyanto AR dalam konferensi pers launching kerja sama pembuatan film Jejak Langkah Dua Ulama di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu 24 Juli 2019.

    Foto bersama sutradara dan produser film Jejak Langkah 2 Ulama dengan Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Solahuddin Wahid, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Sukriyanto AR di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu 24 Juli 2019. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    Proses casting pemain tokoh utama, yaitu Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari masa muda, dewasa, dan tua cukup rumit dan melelahkan. Banyak sekali santri yang mendaftar. Keputusan siapa yang memerankan Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy'ari pada setiap fase kehidupannya diserahkan kepada kedua produser film, yakni LSBO untuk sosok Ahmad Dahlan dan Rumah Produksi Pondok Pesantren Tebu Ireng untuk Hasyim Asy’ari.

    "Pada hari kedua casting sudah dapat pemainnya. Tapi belum final karena belum menemukan sosok Ahmad Dahlan yang tepat," kata produser film dari LSBO, Andika Prabhangkara kepada Tempo. Ada ribuan kader Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia yang mendaftar untuk dapat mengikuti audisi sebagai Ahmad Dahlan.

    Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Solahuddin Wahid (dua dari kiri) dan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Sukriyanto AR (nomer 3 dari kiri) menunjukkan nota kerjasama pembuatan film Jejak Langkah 2 Ulama di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu, 24 Juli 2019. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    Lembaga Seni Budaya dan Olahraga atau LSBO PP Muhammadiyah kemudian menyeleksi menjadi 700 orang. Mereka mengikuti casting yang memasuki hari kedua pada Rabu, 24 Juli 2019. "Ada yang mirip Ahmad Dahlan, tapi enggak bisa akting. Atau sebaliknya. Sebab itu kami akan putuskan nanti bersama sutradara," kata Andika.

    Sementara dari keturunan Ahmad Dahlan sendiri, menurut Andika, tak ada yang ikut mendaftar. Berbeda dengan pemain sosok Hasyim Asy’ari yang --menurut sutradara film tersebut, Sigit Ariansyah-- sudah ditemukan.

    Pemeran Hasyim Asy’ari tua adalah Gus Rizal yang merupakan anak dari Yusuf Asy’ari atau cucu dari Hasyim Asy’ari. Sedangkan pemeran Hasyim muda adalah Ustad Sidqi Mudzakir yang merupakan pengurus Pondok Pesantren Tebu Ireng. "Tak peduli siapa dia, asalkan bisa akting, mirip, dan memenuhi syarat. Yang penting juga adalah cocok dari pihak Muhammadiyah dan NU,” kata Sigit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.