Simpang Siur Kabar Arswendo Atmowiloto, Slamet Rahardjo Kesal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Slamet Rahardjo melakukan wawancara dengan awak media setelah acara malam Nominasi Festival Film Indonesia di Lotte Ciputra Avenue, Jakarta 5 Oktober 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Aktor Slamet Rahardjo melakukan wawancara dengan awak media setelah acara malam Nominasi Festival Film Indonesia di Lotte Ciputra Avenue, Jakarta 5 Oktober 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Slamet Rahardjo tidak menyangka adanya kabar simpang siur soal kondisi kesehatan sahabatnya, sastrawan Arswendo Atmowiloto. Bahkan sampai ada kabar meninggal.

    "Yang kurang ajar itu, belum meninggal sudah pada inalilahi semua, kasihan sekali keluarganya, Pak Wendo masih ada," ujar dia usai konferensi pers Teater Koma di Universitas Tarumanegara, Rabu, 17 Juli 2019.

    Slamet mengatakan, kemarin ia mendapatkan kabar dari anak Arswendo, soal kondisi penulis cerita Keluarga Cemara itu. Saat ini, Arswendo sudah tidak merespons komunikasi.

    "Menurut anaknya, kontak sudah tidak berjalan, dia minta ayahnya didoakan, make him happy. Secara medis sudah tidak bisa diapa-apain," tutur Slamet.

    Sebelumnya, seniman Rudolf Puspa mengabarkan soal menurunnya kesehatan Arswendo, lewat unggahan Instagramnya. Rudolf menuturkan, jika Arswendo terkena kanker prostat, sudah dua bulan ia melawan penyakitnya tersebut. Arswendo juga sudah menjalani operasi dua kali.

    Belakangan, kesehatan Arswendo semakin menurun, hal tersebut juga disampaikan oleh Harry Tjahjono, rekannya. Ia mengatakan dalam satu bulan kondisi Arswendo mulai menurut. Sebelumnya, Arswendo masih dapat duduk dan bercanda dengan Harry, dan berbincang soal ide-ide.

    Namun, satu minggu kemudian, kata Harry, Arswendo Atmowiloto lebih nyaman tiduran, dan menanggapi lelucon dari Harry dengan senyuman. "Tetap semangat, Mas Wendo. Semoga Tuhan memberikan kesembuhan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.