Sempat Cuti 7 Bulan, Raisa Kembali Bernyanyi RIlis Lagu Baru

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raisa menyanyikan lagu teranyarnya yang berjudul Kembali saat peluncuran lagu tersebut, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.  TEMPO/Nurdiansah

    Raisa menyanyikan lagu teranyarnya yang berjudul Kembali saat peluncuran lagu tersebut, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai absen dari panggung musik selama tujuh bulan, Raisa akan mengeluarkan single terbarunya yang berjudul Kembali. Single tersebut dirilis pada Selasa malam sembari dibawakan pertama kali dalam konser kecil.

    "Aku deg-degan banget, dulu biasanya manggung enggak pernah deg-degan, sekarang deg-degan lagi. Ini menyenangkan banget, sebelumnya enggak keluar selama berbulan-bulan," tutur Raisa, di Plaza Senayan, Selasa, 9 Juli 2019.

    Single yang berjudul Kembali, kata Raisa, memiliki makna yang bisa diterjemahkan sendiri oleh para pendengarnya. Ia mengatakan, lagunya kali ini lebih maskulin dari lagu-lagu sebelumnya yang ia bawakan. Single tersebut dibuat bersama Mikha Angelo dari The Overtunes dan diproduseri Marco Steffiano.

    Dalam penggarapan video klipnya juga, menceritakan soal transformasi dirinya, menjadi sosok yang lebih dewasa. Raisa begitu menikmati peran barunya sebagai seorang ibu.

    Untuk konser streamingnya, akan diselenggarakan pada 10 Juli 2019, pukul 19.00 lewat aplikasi Vlive. Selama satu jam Raisa membawakan single terbarunya dan juga lagu-lagu populernya.

    Walaupun streaming, Raisa menuturkan konsernya tersebut dipersiapkan begitu matang seperti konser-konser yang ia selenggarakan. Menurutnya, ini merupakan inovasi dari ia dan timnya, untuk tetap hadir di tengah-tengah penggemarnya.

    Baca juga: Raisa Berduka Sutopo Purwo Nugroho Meninggal

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.