Unggah Foto dengan Chelsea Islan, Gading Marten Didukung Mantan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gading Marten. TEMPO/Nurdiansah

    Gading Marten. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, JakartaGading Marten kerap diminta netizen untuk move on setelah dengan Gisella Anastasia pada Januari 2019 lalu. Ayah satu anak ini sempat disangka sudah move on ketika memajang fotonya dengan Sophia Latjuba. Kini, ia kembali menarik perhatian netizen usai membagikan foto kebersamaannya dengan Chelsea Islan di Instagram pribadinya.

    BacaVideo Menangisnya Viral, Gading Marten: Itu Mata Keculek Tisu

    Sekilas tak ada yang salah dalam foto yang diunggahnya pada Jumat, 22 Maret 2019 itu. Keduanya hanya berpose dengan saling berdekatan. Namun yang menghebohkan adalah komentar dari mantan kekasih Gading Marten, Astrid Tiar.

    Gading Marten dan Chelsea Islan (Instagram @gadiiing)

    Di komentarnya, Astrid seolah mengisyaratkan dirinya setuju jika Gading Marten menjalin hubungan asmara dengan Chelsea. "1. Aku si YESSSSS!!!!! #GC," komentar Astrid Tiar dengan menyematkan emoticon.

    Komentar ini pun disetujui netizen. Mereka lantas ramai-ramai mendoakan hubungan Gading Marten dan Chelsea Islan.

    "@astridtiar127 Aku juga YES banget papa dading sm @chelseaislan #GC," komentar netizen. "YESS serasiiihh seiman," sambung netizen. "@astridtiar127 tuhhhh mantan aja ngedukung. Aku juga yass," timpal netizen lainnya.

    Mengetahui banyak netizen yang setuju dengan mantan kekasihnya, Gading Marten pun menegur Astrid Tiar. Gading seolah meminta Astrid untuk diam.

    "@astridtiar127 utiiii woy woy woy," balas Gading Marten

    Komentar Astrid Tiar itu justru semakin dibanjiri dukungan. Banyak netizen yang lantas mendoakan hubungan Gading Marten dan Chelsea Islan.

    BacaGisella Anastasia Isi Soundtrack Film Dibantu Gading Marten

    TABLOIDBINTANG.COM

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.