Slank Rekam Album Baru di Lokananta

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi vokalis Slank, Kaka beraksi pada konser perayaan 35 tahun Slank di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 23 Desember 2018. Dalam konser ini Kaka mengajak penonton mengheningkan cipta untuk korban tsunami Banten dan Lampung. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Aksi vokalis Slank, Kaka beraksi pada konser perayaan 35 tahun Slank di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 23 Desember 2018. Dalam konser ini Kaka mengajak penonton mengheningkan cipta untuk korban tsunami Banten dan Lampung. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Solo -Kelompok musik Slank memilih studio Lokananta Solo sebagai tempat rekaman untuk album barunya. Mereka mengaku sangat puas dengan studio rekaman tertua di Indonesia itu.

    “Kami merekam album kami yang ke-23,” kata salah satu personel Slank, Bimo Setiawan atau yang biasa disapa Bimbim di Solo, Kamis 7 Februari 2019. Hanya saja, dia belum bersedia menyebut judul albumnya.

    Album itu akan berisi 10 lagu.”Semuanya kami rekam di Lokananta,” katanya. Semua lagu yang ada dalam album itu belum pernah direkam.

    Menurut Bimbim, sebagian besar memang merupakan karya baru. “Ada juga yang sudah sering dinyanyikan tapi belum pernah direkam,” kata dia.

    Sepuluh lagu itu direkam selama lima hari. Dia mengaku sangat puas dengan hasil rekamannya. “Lokananta memang sangat keren,” kata dia.Aksi panggung grup musik Slank saat tampil pada konser 35 Tahun Slank di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 23 Desember 2018. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Lokananta merupakan perusahaan rekaman milik negara yang didirikan pada 1956. Selain untuk rekaman, perusahaan itu juga digunakan untuk memproduksi piringan hitam.

    Baca: Slank dan Navicula Buat Karya Perangi Penggunaan Plastik

    Studio itu juga menyimpan banyak master lagu bersejarah. Salah satunya adalah master lagu Indonesia Raya tiga stanza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.