Mainan Negeri Sakura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat remaja masih penasaran bagaimana cara memainkan kendama. Mereka sibuk melemparkan bola ke udara, tapi tak kunjung masuk ke lubang berupa mangkuk. Ketika bola kayu masuk, seorang remaja itu bersorak. Ada sebuah kepuasan tersendiri di sana.Kendama merupakan salah satu dari sekian banyak mainan khas Jepang yang tengah dipamerkan di The Japan Foundation, Gedung Summitmas 1, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Pameran tersebut terbuka untuk umum pada 11-28 Januari 2008 pukul 09.30-18.00 WIB.Kendama merupakan salah satu mainan tradisional Jepang. Ia berupa bola yang dikaitkan dengan seutas tali pada tiang penyangga yang sisi kanan-kirinya berbentuk mangkuk. Tidak cuma kendama, senjata andalan tokoh kartun Doraemon berupa baling-balig bambu juga ada di sana. Ia adalah sebuah mainan bambu yang mirip huruf T. Baling-baling itu akan terbang memutar jika digosok dengan kedua tangan, lalu dilepaskan ke udara. Baling-baling bambu konon diciptakan oleh ilmuwan pada abad ke-18, yakni Hiraga Gennai (1728-1779).Bosan dengan mainan kuno, tengoklah mainan tahun baru dan modern dari Negeri Sakura. Contohnya layang-layang tahun baru. Mainan yang dikenal sejak zaman Edo ini tampil dengan aneka lukisan berwarna mencolok khas masing-masing daerah. Mainan ini menjadi favorit anak-anak menjelang tahun baru. Kartu bunga dan kartu uta-garuta bertulisan puisi juga sering dimainkan.Sayangnya, para pencinta mainan modern tampaknya belum merasa puas dengan mainan yang disuguhkan. Pasalnya, pameran hanya menampilkan lima mainan modern berupa boneka perempuan, boneka Hello Kitty, dua action figure, mobil mini, dan mamagoto (mainan rumah tangga). Padahal Hamzah Fanzury, 24 tahun, salah seorang pengunjung, berharap bisa melihat deretan action figure kartun-kartun Jepang yang sedang tren. "Saya kira ada action figure One Piece yang dipamerkan," ujarnya.Selama pameran, rasa penasaran pengunjung dalam membuat origami dan washi ningyo pun bisa terpenuhi. The Japan Foundation menggelar workshop membuat origami pada 15-17 Januari dan washi ningyo pada 22-24 Januari.Ternyata banyak permainan Jepang yang mirip permainan Indonesia. Sebut saja biidama, koma, dan denden-daiko. Ketiga mainan itu adalah kelereng, gasing, dan gendang mini putar. Mainan-mainan ini juga kerap dimainkan anak-anak Indonesia, baik di daerah maupun Ibu Kota.Para pengunjung agaknya merasa kurang puas jika hanya melihat mainan tanpa bisa menyentuh dan memainkannya. Apalagi banyak mainan yang kelihatannya seru untuk dijajal. Namun sayang, penyelenggara pameran hanya menyediakan tiga macam mainan yang boleh dimainkan. Ketiganya adalah daruma, kendama, dan o-tedama (boneka yang berisi biji-bijian)."Padahal saya ingin mencoba memainkan sumo toys," ujar Tina, salah seorang pengunjung. Permainan itu berupa sasana sumo mini dengan dua boneka sumo dari kayu yang digerakkan dengan batang kayu yang dimasukkan di bawah lantai sasana.Pameran mainan Jepang ini juga akan hadir di Universitas Sumatera Utara, Medan, pada 12-16 Februari 2008. Aguslia Hidayah

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?