Tompi Jelaskan Alasan Wajah Ratna Sarumpaet Bengkak Usai Operasi

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Tompi membawakan lagu terbarunya saat peluncuran album Romansa di Galeri Foto Okatgon, Jakarta, 2 November 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Tompi membawakan lagu terbarunya saat peluncuran album Romansa di Galeri Foto Okatgon, Jakarta, 2 November 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal dianiaya. Ibunda Atiqah Hasiholan itu menegaskan wajah bengkak di wajahnya akibat operasi plastik di kawasan Menteng Jakarta Selatan.

    Meski sudah mengklarifikasi, banyak yang menilai bengkak di wajah Ratna seperti yang ada di foto karena operasi sedot lemak gagal. Soal tersebut Tompi, ahli bedah plastik buka suara.

    "Enggak, jadi kalau ada yang bilang itu oplasnya gagal, keliru sekali. Semua operasi itu pasti bengkak, terutama daerah wajah, itu pasti bengkak," ungkap Tompi di tempat prakteknya, kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Personel Trio Lestari itu menerangkan, setiap wajah yang dioperasi akan alami bengkak bahkan bisa lebih parah dari yang ada di foto. Menurut Tompi bengkak hanya proses bukan hasil akhir.

    "Derajat bengkak setiap orang enggak pasti sama, bisa lebih berat bengkaknya. Tapi yang penting kan hasil akhirnya. Jangan menilai proses," tutur Tompi. Tompi menambahkan bengkak terjadi beberapa hari setelah operasi dan perlahan mulai berkurang hingga hasilnya terlihat.

    "Secara general ya, kalau prosedur oplas setelah operasi biasanya belum terlalu bengkak. Pulang operasi itu belum terlalu bengkak, besok pagi bangun tidur baru bengkak, pas kita tidur cairan kita menumpuk di sekitar area operasi," papar Tompi.

    Baca: Ratna Sarumpaet Jadi Perdebatan, Netizen Serukan SaveRioDewanto

    "Nah mulai panik tuh pasien. Nah hari kedua lebih parah, semakin bengkak. Hari ketiga paling bengkak, tapi biasanya menetap disitu. Hari keempat kelima mulai menurun," ujar Tompi.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.