Monolog "Sarimin" Butet Kartaredjasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Butet Kartaredjasa, 46 tahun, akan menampilkan monolog "Sarimin" karya Agus Noor di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 14-15 November 2007 pukul 20.00 WIB. Karya ini didukung oleh penataan musik yang oleh Djaduk Ferianto dan Prajoto. Penampilan Butet ini bagian dari Art Summit Indonesia V. Monolog ini memotret carut-marut praktek hukum di negeri ini yang memerosotkan moralitas para praktisi hukum. "Sepertinya tak ada lagi rasa malu, bahkan praktek yang paling menjinjikkan bisa terjadi secara telanjang," tulis Butet dalam releasenya. Menurut Butet, kisah "Sarimin" adalah cerita orang jujur yang berprofesi sebagai penghibur "monyet keliling" yang terserimpung keluguan dan kejujurannya sendiri. Niat baiknya untuk tertib hukum malah membuatnya terperosok ke dalam penjara dan terancam pasal-pasal tuntutan yang mematikan nasibnya.Butet Kartaredjasa yang keaktorannya tumbuh bersama Teater Gandrik ini, memanfaatkan khasanah teater tradisional sebagai basis penggarapan. Hal ini tampak dalam upayanya menciptakan trik-trik dan spektakel yang organik maupun pilihan gaya bertuturnya. Berbeda dengan monolog "Matinya Toekang Kritik" yang dimainkannya tahun lalu yang mengelaborasi teknologi dan efek digital, kali ini Butet memilih kembali ke hal-hal yang bersifat organik, alamiah, ndesit, dan terkadang spekulatif. Penampilan Butet ini merupakan bagian dari Art Summit Indonesia V - 2007.Tak hanya di Jakarta, Sarimin, pria lengkap dengan sarung dan kemeja bermotif bunga ini akan pentas di Purna Budaya Bulaksumur, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Yogyakarta pada 26-27 November 2007 mendatang. RAIHUL FADJRI | AGUSLIA HIDAYAH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.