Bayarkan Tagihan Listrik, Farhat Abbas Ajak Nia Daniaty Berhemat

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nia Daniati dan Farhat Abbas. TEMPO

    Nia Daniati dan Farhat Abbas. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Farhat Abbas rela membayar tagihan listrik selama dua bulan terakhir untuk rumah yang dihuni mantan istrinya, Nia Daniaty, sebesar Rp 18 juta. Farhat mengatakan yang dia lakukan merupakan bentuk perhatiannya mengingat anaknya tinggal bersama Nia.

    Baca: Berdamai dengan Nia Daniaty, Farhat Abbas Masih Sayang

    Farhat Abbas juga mengaku mengajarkan Nia Daniaty berhemat. Terlebih perabot rumah yang digunakan di rumah itu memakan beban listrik yang besar.

    "Teknologi yang dipakai di rumah saya itu listriknya masih berat dan lampu-lampunya itu masih yang wattnya besar. Makanya, saya mengajarkan Nia memakai lampu LED yang wattnya kecil tapi terang," ujar Farhat Abbas di Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018.Nia Daniaty1 by TabloidBintang.Com

    Saat masih berumah tangga, setiap bulan, Farhat membayar tagihan listrik sebesar Rp 15 juta untuk beban daya 21 ribu watt. Farhat mengaku sudah menjalani hidup hemat saat tinggal di apartemen selama tiga tahun terakhir.

    "Biaya murah ternyata bisa. AC cuma tiga dipakai tapi listrik murah. Nah, saya coba mengajarkan Nia, sebanyak-banyaknya uang kita, alangkah baiknya kalau dihemat dan ditabung. Sekarang tuh hampir Rp 10 juta. Saya ingin Nia pakai listrik di bawah 3 juta," ujarnya.

    Farhat Abbas berusaha mendorong Nia Daniaty hidup hemat, terutama dalam penggunaan listrik. Apalagi Nia hanya tinggal di rumah bersama anaknya, Angga.

    "Cobalah, saya enggak mau banyak komentar. Tapi, kalau dua orang aja hidup bayar listrik bisa sampai Rp 15 juta per bulan, ada siapa di situ. Kan, kira-kira seperti itu," kata Farhat Abbas.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto