Rabu, 19 September 2018

ERK Mundur dari Pendanaan Negara, Bekraf Jelaskan Alur Pendanaan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mencicipi kopi dalam kunjungan ke kantor Redaksi TEMPO, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Bekraf berupaya meningkatkan potensi kopi sebagai gaya hidup di Indonesia. TEMPO/Charisma Adristy

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mencicipi kopi dalam kunjungan ke kantor Redaksi TEMPO, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Bekraf berupaya meningkatkan potensi kopi sebagai gaya hidup di Indonesia. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta -Menanggapi pernyataan band independen Efek Rumah Kaca (ERK) soal dugaan kejanggalan anggaran perjalanan dinas, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan pemaparan soal alur dana untuk perjalanan luar negeri.

    Baca: Bekraf Tanggapi Kejanggalan Hitungan yang Disampaikan ERK

    Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik menuturkan dalam pola sistem pemerintahan, setiap tahunnya, setiap lembaga mengajukan anggaran kepada Kementerian Keuangan RI. Proyeksi soal dana perjalanan dinas baik dalam maupun luar negeri termasuk di dalamnya.

    Menurutnya, dalam satu tahun perjalanan dinas dalam dan luar negeri bisa dilakukan seribu pelaku bahkan lebih. "Perlu disediakan slot-nya dia masuk ke mata anggaran yang mana. Kalau tidak, harus mengajukan permohonan perubahan kepada Dirjen Anggaran, prosedurnya ini bisa sampai dua bulan," kata Ricky.

    Setelah slot perjalanan tersedia, selanjutnya pelaku atau pengaju dana perjalanan perlu melengkapi surat tugas dan proposal kegiatan. Berkas tersebut selanjutnya akan dilengkapi surat pengantar oleh Biro Kepegawaian untuk mendapatkan surat persetujuan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri yang dikeluarkan dari Sekretariat Negara. "Memang mesti jelas siapa yang berangkat. Ini dipusatkan di Setneg. Kita harus mengajukan surat permohonan ke Setneg," kata Ricky.

    Ketatnya alur yang ditetapkan ini menurutnya sebagai bagian dari pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara. "Tentunya uang rakyat mesti dikelola dengan baik," tutur Ricky.

    Setelah pihak Setneg menyetujui permohonan yang diajukan, Bekraf bisa melanjukan untuk bantu mengurus pembuatan visa. Kendala pun bisa hadir kala proses mengurus visa berlangsung. Biasanya kendala bisa datang karena pemohon yang ditolak masuk oleh negara tujuan. Hal itu bisa saja terjadi walau dokumen lengkap dan anggaran dana sudah tersedia.

    Setelah semuanya selesai diurus, pejabat berwenang akan membuat surat komitmen terkait pelaku perjalanan soal agenda keberangkatan. Dari sekian alur yang ada, menurut Ricky tak ada celah sedikitpun untuk Bekraf terlibat menyentuh uang perjalanan tersebut.

    Selama ini, sebagian besar para pelaku kreatif tanah air kerap mengajukan permohonan bantuan dana melalui Satu Pintu--platform untuk mengajukan proposal pendukungan dari Bekraf, dan panggilan terbuka atau disebut juga open call. Dan jumlah permohonan tersebut disesuaikan dengan anggaran yang disediakan setiap tahunnya. 

    Kepala Bekraf, Triawan Munaf turut menyampaikan soal peran lembaganya untuk bisa terlibat dan memfasilitasi kebutuhan pelaku ekonomi kreatif di setiap kegiatan yang mereka lakukan. Harapannya, usai mendapatkan pengalaman baru di luar negeri, para pelaku ini bisa mengembangkan ide-idenya saat kembali ke tanah air.

    Alur dana perjalanan ini menurut Triawan terdiri dari dua jenis yaitu dana yang diberikan atas permintaan pelaku. Dalam hal ini pelaku mendapat undangan atau sudah lebih dahulu melakukan inisiatif mengikuti sebuah kegiatan di luar negeri. Satu lagi, dana diberikan berdasarkan adanya agenda yang diselenggarakan seperti pameran dan lainnya.

    Program Open Call menjadi salah satu pintu agar para pelaku bisa dengan mandiri mengajukan bantuan dana. Program ini menurut Triawan memiliki proses kurasi tersendiri karena memang cukup banyak dimanfaatkan para pelaku kreatif.

    Tentunya program ini pun sudah disiapkan dan dianggarkan setiap tahunnya. Peraturan Menteri Keuangan memang begitu detail mengatur plafon setiap mata anggaran, termasuk salah satunya soal penetapan harga tiket. Hal tersebut jadi salah satu poin yang dinilai janggal oleh Efek Rumah Kaca. "Kalau di PNS itu ada eselon, eselon, levelnya berapa, untuk non-PNS nanti disesuaikan setara dengan eselon berapa, jadinya memang ada hitungan tertentu," ujar Triawan.

    ERK menyatakan mundur dari dukungan Bekraf karena mereka mendapati kejanggalan pada harga tiket pulang-pergi Jakarta-Austin yang jauh lebih tinggi dari harga tiket yang beredar di pasaran. Pagu tersebut dari sudut pandang ERK harusnya bisa digunakan untuk membiayai sembilan personel seluruhnya dengan membuat perhitungan yang tepat. Tapi dengan alokasi yang ada pemerintah menetapkan hanya akan membiayai kebutuhan lima personel saja.

    Sebelumnya ERK dan Bekraf mengeluarkan klarifikasi masing-masing terkait hal ini. Ahad, 11 Maret 2018, keduanya melakukan pertemuan untuk meluruskan pandangan. Empat jam pertemuan telah menghasilkan keputusan bersama. Namun menurut Triawan, pernyataan bersama itu belum bisa dikeluarkan lantaran harus menunggu pihak Efek Rumah Kaca yang kini tengah melakukan perjalanan ke Amerika untuk ajang SXSW 2018.

    Meski Efek Rumah Kaca menarik diri dari bantuan dana Bekraf, pemerintah menurut Triawan tetap bersedia memberikan bantuan sekiranya kelak diperlukan. Pandangan dari ERK terkait penetapan anggaran serta aturan perjalanan dinas ini akan menjadi catatan khusus agar ke depannya bisa lebih mudah, tak demikian rigid untuk dipraktikkan kedua belah pihak, pemerintah dan juga pelaku perjalanan dinas ekonomi kreatif yang rata-rata merupakan seniman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.