Jennifer Lopez Selektif Pilih Pasangan  

Jum'at, 14 November 2014 | 11:24 WIB
Jennifer Lopez Selektif Pilih Pasangan  
Jennifer Lopez masuk di peringkat keenam penyanyi wanita dengan penghasilan tertinggi. Pendapatannya mencapai AS $37 juta atau sekitar Rp449,66 miliar. Kamal Sellehuddin/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Pengalaman adalah guru terbaik. Hal itu pula yang dirasakan
penyanyi seksi Jennifer Lopez. Setelah berpisah dari Casper Smart, JLo kini selektif memilih pasangan.

Dilansir dari Femalefirst, Selasa, 12 November 2014, JLo berpisah dengan Smart pada Juni lalu setelah berkencan selama dua tahun. Mantan istri Marc Anthony tersebut mengaku tidak terburu-buru mencari pasangan baru.

"Jika saya bertemu dengan seseorang yang saya sukai dan memiliki chemistry yang cocok, saya akan mengambil waktu untuk memikirkannya matang-matang, apakah ia orang yang tepat atau bukan," kata JLo.(Baca: Jennifer Lopez Terpuruk Saat Cerai dengan Antony)

Bagi pelantun On The Floor tersebut, lelaki terbaik adalah pria dengan kepedulian yang tinggi. "Mendukung, mengasihi, peduli, dan jujur, seperti itulah sosok yang baik."

Hal tersebut diungkapkan JLo bertepatan pada hari perilisan bukunya, True Love. Buku tersebut menceritakan perjuangan JLo mencapai sukses dan kisah asmaranya dengan sang kekasih, Ben Affleck; dan mantan suaminya, Marc Anthony. (Baca: Sudah Pisah, Smart Masih Tinggal di Rumah J-Lo)

JLo mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Affleck kandas pada tahun 2003, beberapa hari setelah keduanya berencana untuk menikah. Pada saat itulah, JLo pertama kali merasakan patah hati yang luar biasa.

"Saat berpisah dengan Affleck, aku merasa itu adalah patah hati pertamaku. Aku merasa hatiku benar-benar robek dan terlepas dari dadaku," katanya.

RINA ATMASARI | FEMALEFIRST

Berita Terpopuler

Ultah 26 Tahun, Kla Project Rilis Album Live  
Sidik Martowidjojo Pamer Lukisan di Louvre, Paris
Libatkan Orang Utan, Program Inbox SCTV Diprotes
Nugie, Tanam Trembesi untuk Pelestarian Lingkungan

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan