Anak Kena Razia Narkoba, Ayu Azhari: Dia Sudah Dewasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayu Azhari tampil dalam mini konser peluncuran album terbarunya Negeri Pelangi di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, 2 Juni 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Ayu Azhari tampil dalam mini konser peluncuran album terbarunya Negeri Pelangi di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, 2 Juni 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayu Azhari tidak terlalu khawatir meski anaknya, Sean Azad terkena razia terkait kasus narkoba oleh BNNP DKI Jakarta. Sean terjaring razia di sebuah klub malam di daerah kota, Jakarta Barat, pada Kamis, 11/5, dini hari.

    Ayu Azhari beralasan, Sean Azad akan menanggung dan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan orang lain. Termasuk diirnya sebagai orang tua.

    "Prinsip saya sebagai orangtua, dia sudah dewasa dan saya menghargai kehidupannya. Saya mendukung apa yang dia minta, dia bilang bisa selesaikan masalahnya. Jadi ya Alhamdulillah enggak khawatir," ungkap Ayu Azhari melalui sambungan telepon, Kamis, 11/5.

    Ayu Azhari merasa sudah menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai orang tua dengan baik. Yaitu mendidik Sean ke arah yang benar. Namun yang namanya anak muda, kata Ayu, ada rasa penasaran dan ingin mencoba hal-hal baru.

    "Sebagai orangtua yang penting sudah mendidik anak dengan baik. Tapi namanya anak laki-laki, semua harus belajar dari pengalaman. Pada prinsipnya harus terima konsekuensinya. Kita sebagai orangtua tugasnya mendoakan anak. Insya Allah semua ada hikmahnya. Jadi mohon doanya aja," pinta Ayu Azhari.

    Hasil tes urine yang dilakukan BNNP DKI Jakarta kepada Sean Azad, yang bersangkutan terbukti mengonsumsi narkoba. Urine Sean Azad mengandung narkoba jenis sabu dan ganja. 

    Dari tangan anak Ayu Azhari itu, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba.

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.