Pertumbuhan Watch Time untuk YouTube di Indonesia Naik 155 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi YouTube. Reuters

    Ilustrasi YouTube. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena YouTube di Indonesia tak kalah seru. Chief Marketing Officer Google Indonesia Veronica Utami mengatakan tingkat pertumbuhan watch time untuk YouTube melalui ponsel pintar di Tanah Air mencapai 155 persen. Ini merupakan tahun ketiga tingkat pertumbuhan watch time di YouTube mencapai tiga digit. Yang menarik, orang Indonesia tidak hanya menjadi penonton di YouTube. Mereka juga berani memproduksi video dengan berbagai konten untuk diunggah di situs tersebut.

    Baca: Raditya Dika Pamer Kepala Plontos, Ini Ragam Komentar...

    Orang-orang yang mengunggah video di YouTube ini rupanya sudah punya pemirsa setia alias subscriber. Jumlah subscriber mereka tidak bisa dibilang sedikit. Tahun lalu, hanya ada satu orang Indonesia yang memiliki subscriber satu juta lebih. Dia adalah Si Kambing Jantan, Raditya Dika. Tahun ini, Raditya Dika bukan satu-satunya seleb YouTube yang memiliki jumlah subscriber di atas satu juta.

    “Sejak akhir tahun lalu sampai Maret, bertambah tiga orang lagi, yakni Reza Arap alias Reza Oktavian (1,155 juta subscriber), Edo Zell (1,244 juta), dan Tim2One ChandraLiow (1,040 juta),” kata Veronika. Sampai artikel ini disusun, Raditya Dika masih menjadi pengumpul subscriber terbanyak. Ia merangkul 2,247 juta subscriber. Hal tersebut diungkap Veronika dalam peluncuran program “YouTube Tanpa Kuota dan Gratis Akses Genflix bersama XL” di Jakarta Pusat.

    Baca: Saran Raditya Dika bila Di-unfollow Mantan setelah Putus...

    Veronika menambahkan, ada banyak motif mengapa orang mengunjungi YouTube. Selain ingin melihat video-video unggahan seleb YouTube, orang Indonesia rupanya menggemari video tutorial. “Artinya, banyak orang Indonesia menonton video di YouTube untuk mempelajari sesuatu. Itulah yang kami harapkan. Makanya, kami senang bekerja sama dengan XL untuk menghadirkan paket extra combo. Itu artinya, makin banyak orang dengan leluasa mengunjungi YouTube,” ujarnya, pekan ini.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Catatan: Berita ini diubah judulnya pada pukul 16.35 disesuaikan dengan angle-nya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.